unOfficial KPLI Pasuruan

Klo ada yg Gratisan– Ngapain mesti bayarrr…

Archive for March, 2008

Beberapa Aplikasi di Linux yg Powerfull Pengganti Windows

Posted by admin on March 29, 2008

Beberapa aplikasi yang sering saya gunakan ketika bekerja di lingkungan system operasi Linux antara lain:
1. Aplikasi Perkantoran (office suite)
OpenOffice : pengganti microsoft office

2. Internet
Mozilla Firefox : browser pengganti internet explorer
Xchat : chatting irc client pengganti mirc
Pidgin: instant messenger pengganti yahoo-messenger
Filezilla: FTP Client pengganti cute-ftp atau ws-ftp
Aria: Download manager pengganti IDM (internet download manager)

3. Design Grafik, Animasi dan Desktop Publishing
Gimp: pengganti adobe Photo-Shop
Inkscape: pengganti corell draw
Scribus: pengganti adobe page maker
Qflash: pengganti macromedia flash
Blender: pengganti 3D-Max

4. Web Design
NVU : pengganti macromedia dream weaver dan front page
Lifrea : RSS feed reader
Screem : HTML Editor
GPHPEdit – PHP Editor
Joomla: cms portal yg top banget
Wordpress.org: cms buat blog yg mantabbb

5. Multimedia Editor
Kino: Flick editor ( Seperti Adobe Premier di windows )
Audacity: Sound editor
Avidemux : Avi (divx /xvid) editor
Istanbul : Live screen capture (used to capture current screencast)

6. Multimedia Player
mplayer: pemutar film
XMMS: pemutar mp3 pengganti winamp
EasyTag – MP3 Tag Editor

7. CD/DVD Burner / Backup
Brasero: pengganti Nero Burner yg under Gnome
K3B: pengganti Nero Burner yg under KDE

8 Emulator / Virtual PC
QEMU & Kqemu Accelerator – Emulation  ( Seperti VMWare di windows )

Dan lain-lain, masiiih banyak lagiiie coz tanganku dah capek neeh nulisnya 😀 kapan² kita lanjut OK!!!

Posted in Berita | 2 Comments »

Bakar CD/DVD Dengan Brasero di Ubuntu

Posted by admin on March 26, 2008

Untuk anda yang telah lelah mencari aplikasi burning CD/DVD dengan kemampuan:

  • Mampu memburn musik, data, image
  • Menghapus CD/DVD RW
  • Integrity Checksum
  • Less Dependencies (di GNOME)
  • Suport Multi-Session
  • Terintegrasi baik dengan GNOME anda (daripada K3B yang powerfull tapi tidak “manis” di GNOME)

Brasero telah muncul dari kawah candradimuka-nya dan kini tersedia di repository Ubuntu Gutsy. (OOT: mungkin ada juga di repo feisty/edgy, cuma aku lompat jauh dari dapper – gutsy).

Sebenarnya di Repo juga ada K3B (dengan dukungan media+fitur lebih wah), gnomebaker, gcd, dan lainnya. Tetapi setelah melihat tampilan dan unjuk kerjanya yang tidak mengecewakan, jadilah Brasero default burning apps-ku menggantikan ekstensi burning nautilus.

Menggunakan Brasero
Pada tutorial kali ini kita akan membuat data cd. Saya akan memburn sejumlah file-file koleksi mp3 saya agar dapat diputar di player manapun yang bisa menerima CD dan mengerti MP3. mari kita mulai:

  1. Jalankan Brasero melalui menu Applications >> Sound and Video >> Brasero Disc Burning Application
  2. Ditampilan awal, Brasero memberikan empat jalan pintas untuk anda (lihat screenshoot 1):
    • Audio Project.
      Gunakan ini untuk membuat CD/DVD dengan format audio (CDDA, not MP3) dari koleksi musik anda (mp3, ogg, dll – selama ada codec-nya!)
    • Data Project.
      Gunakan ini untuk memburn file apa saja sebagai data biasa, tanpa melakukan perubahan apapun.
    • Copy Disc.
      Gunakan ini jika anda ingin membuat copy CD/DVD ke CD/DVD (identik) atau ke hardisk, sebagai file image (ISO).
    • Burn Image.
      Pilih ini untuk memburn file image (ISO) ke CD/DVD.
  3. Selain melalui tampilan awal, anda bisa mengakses menu ini melalui menu Project >> New Project.
  4. Mengedit Isi CD/DVD.
    Setelah anda memilih Data Project, anda akan mendapatkan jendela di bawah iniJendela terbagi menjadi dua bagian. Bagian Project, tempat anda menampung file/direktori yang akan di burn dengan barometer kapasitas media dibawahnya.
    Seperti file manager, anda bisa,

    • Membuat direktori baru, klik ikon new directory
    • Menghapus direktori/file, klik kanan >> remove
    • Memindah file/direktori, select >> drag dan paste ke tujuan
    • Mengganti nama, klik kanan >> rename
    • Dan sebagainya. Anda hanya perlu klik kanan, dan pilihan yang tersedia akan muncul.
  5. Jendela kedua, adalah jendela file manager/browser. Tampilannya identik dengan nautilus dengan task/side pane-nya. Jika anda akan menambahkan direktori/file, select file/direktori yang anda inginkan lalu klik tanda plus (+) di task/menu bar.

  6. Melanjutkan Session.
    Jika media yang anda gunakan memiliki session sebelumnya (belum di fixating), anda bisa melanjutkan menulis dengan memilih import session. Klik ikon import session
  7. Membakar CD/DVD.
    Jadi, anda sudah siap membakar? mari klik tombol burn, disamping barometer kapasitas.
  8. Dijendela berikutnya, anda bisa:
    • Memilih pembakar yang akan digunakan, CD/DVD writer atau Image. Pilih Image untuk membuat file iso.
    • Mengganti nama disc dengan nama pilihan anda sendiri.
    • Membuat/memulai multisession (jika belum ada)

    Jika sudah membuat perubahan final, silahkan mengklik tombol Burn. Anda perlu menunggu sekitar 10 menit dan CD anda telah siap digunakan.

Posted in Aplikasi, Desktop | 2 Comments »

Installasi squid + delay pools di Ubuntu 6.10

Posted by admin on March 25, 2008

Setelah postingan saya tentang Error installing squid!!!, akhirnya saya sudah bisa menginstall 2.6.STABLE.12 dari source. Setelah saya cari2 masalahnya.. ternyata saya blom menginstal g++ (g++-4.1 libc6-dev libstdc++6-4.1-dev linux-libc-dev), terima kasih kk google, setelah saya install package tersebut.. dengan mudahnya saya “./configure” si squid emoticon. Jadi klo teman2 menemukan masalah seperti postingan saya ttg Error installing squid!!!, coba aja dulu install package g++. Siapa tau bisa.. Temen dari forum linux, dia menyarankan menginstall libc6-dev. Di coba saja, soalnya kan masih 1 package dari g++.

ghoz@ghoz-desktop:~$ sudo apt-get install g++

 

Pada postingan saya terdahulu tentang Installasi squid di Fedora Core 6 kan tidak ada tentang delay polls dan tuning squid, nah sekarang ini pada penginstall squid di Ubuntu box, saya akan mencoba menggunakan delay polls.

Pada penginstallan squid di Ubuntu box akan sedikit berbeda, kenapa berbeda..??! karena secara default root di Ubuntu tidak diaktifkan dan kita tidak menggunakan root utk penginstallannya. Sekarang akan kita mulai untuk penginstall squid (2.6.STABLE.12) di Ubuntu box Qu.. D . Sebenernya cara2nya tidak jauh berbeda dengan penginstallan squid di Fedora Core 6 saya. Topologi masih sama kya yang dulu, neh dia topologinya :
Clik here to see the real size

Saya meletakkan squid saya di folder /home/ghoz/ . Tp biasanya seh temen2 yang lain meletakkan squidnya itu di /usr/local. Saya meletakkan squid di folder /home/ghoz cmn iseng2 aja koq D (soalnya kan dipake buat sendiri doang).

ghoz@ghoz-desktop:~$ pwd
/home/ghoz
ghoz@ghoz-desktop:~$ wget http://www.squid-cache.org/Versions/v2/2.6/squid-2.6.STABLE12.tar.gz
ghoz@ghoz-desktop:~$ tar -zxvf squid-2.6.STABLE12.tar.gz
ghoz@ghoz-desktop:~$ cd squid-2.6.STABLE12/
ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ pwd

/home/ghoz/squid-2.6.STABLE12

Membuat user untuk menjalankan squid, jadi tidak perlu root untuk menjalankan squid lalu tidak usah memberikan shell kepada usernya.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo useradd -d /usr/local/squid/ -r -s /dev/null squid > /dev/null 2>&1

Sekarang kita meng-configure squid kita.. agar menjadi seperti yang kita mau.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ ./configure –prefix=/home/ghoz/squid-2.6.STABLE12 \
–exec-prefix=/home/ghoz/squid-2.6.STABLE12 –enable-gnuregex \
–enable-icmp –enable-snmp \
–enable-delay-pools –enable-cache-diggest \
–enable-removal-policies=heap –enable-default-err-languages=English \
–enable-err-languages=English –enable-async-io=24 \
–with-aufs-threads=24 –with-pthreads
–with-aio –with-dl \
–enable-storeio=aufs,diskd –enable-epoll \
–enable-kill-parent-hack –disable-ident-lookups \
–disable-wccp –disable-wccpv2 \
–enable-htcp

Keterangan :
– “prefix” dan “exec-prefix” diatas harap di samakan dimana teman2 meletakkan squidnya.
– Klo temen2 ingin tau keterangan dari optional packages di atas ini, temen2 bisa baca di Installasi squid di Fedora Core 6 dan membuka helpnya untuk penjelasan lebih lengkapnya.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ ./configure –help

Sekarang kita membuat binary dari si squid

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ make
ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo make install

Nah, sekarang ini saatnya konfigurasi squid.conf nya.. Ayooo kita konfig squid kita agar menjadi hebat kuat dan bertenaga.. (lah, kya minuman extra joss). hehehe..

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo nano /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/etc/squid.conf

Ini isi squid.conf yang telah saya tambahkan dan sisanya adalah default.

http_port 3128
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?# LOGFILE PATHNAMES AND CACHE DIRECTORIES
# —————————————————————————–
cache_dir diskd /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/cache 1000 8 256 # << Sesuaikan dengan kebutuhan anda
access_log /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/logs/access.log squid
cache_log /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/logs/cache.log
log_fqdn off
buffered_logs off

# OPTIONS FOR TUNING THE CACHE
# —————————————————————————–
refresh_pattern /.gif        4320    50%    43200
refresh_pattern    /.jpg        4320    50%    43200
refresh_pattern /.jpeg          4320    50%     43200
refresh_pattern /.png           4320    50%     43200
refresh_pattern ^http://www.friendster.com/.*   720     100%    10080
refresh_pattern ^http://mail.yahoo.com/.*       720     100%    10080
refresh_pattern ^http://*.yahoo.*/.*            720     100%    7200
refresh_pattern ^http://*.google.com/.*         720     100%    10080
refresh_pattern ^http://www.telkomspeedy.com/.* 720     100%    28800
refresh_pattern ^http://*.blogsome.com/.*       720     80%     10080
refresh_pattern ^http://*.wordpress.com/.*      720     80%     10080
refresh-pattern ^http://detik.com/.*            720     90%     2880
refresh_pattern ^ftp:           14400   90%     43200   reload-into-ims
refresh_pattern ^gopher:        1440    0%      1440
refresh_pattern .               0       20%     4320    reload-into-ims

quick_abort_min 0 KB
quick_abort_max 0 KB
quick_abort_pct 95

# ACCESS CONTROLS
# —————————————————————————–
acl my_network src 192.168.1.0/24
acl SSL_ports port 443 563
#acl Safe_ports port 280                # http-mgmt
acl Safe_ports port 443 563             # https
#acl Safe_ports port 488                # gss-http
#acl Safe_ports port 591                # filemaker
#acl Safe_ports port 777                # multiling http
http_access allow manager localhost my_network
http_access allow my_network

acl download url_regex -i \.mp3
acl download url_regex -i \.3gp
acl download url_regex -i \.avi
acl download url_regex -i \.mpg
acl download url_regex -i \.mpeg
acl download url_regex -i \.wav
acl download url_regex -i \.flv
acl download url_regex -i \.swf

# DELAY POOL PARAMETERS (all require DELAY_POOLS compilation option)
# —————————————————————————–
delay_pools 2
delay_class 1 3
delay_parameters 1 -1/-1 -1/-1 8000/8000
delay_access 1 allow my_network download
delay_access 1 deny all
delay_class 2 2
delay_parameters 2 -1/-1 -1/-1
delay_access 2 allow my_network
delay_access 2 deny all

# ADMINISTRATIVE PARAMETERS
# —————————————————————————–
cache_effective_user squid

# MISCELLANEOUS
# —————————————————————————–
logfile_rotate 5
reload_into_ims on
store_dir_select_algorithm round-robin

# ADMINISTRATIVE PARAMETERS
# —————————————————————————–
cache_mgr youremail@host.com
visible_hostname localhost

Pada bagian delay pools tersebut saya mempunyai rules sebagai berikut:
– Saya membuat 2 buah delay pools.
– pools kategori 2 (delay_class 2 2) untuk mendefinisikan overall bandwidth yang akan didapat.
– pools kategori 3 (delay_class 1 3) untuk mendifinisikan aturan tambahan bila user ingin men-download file-file yang telah di definisikan di access list (ACL) dengan bandwidth maksimal 64Kbits/sec or 8Kbyte/sec.

Maklumlah saya kan pake ADSL di rumah, trus yang pake internet cmn saya ma temen2 saya… jadinya rules tersebut emang cocok ama kebutuhan saya saat ini. Tapi, utk temen2 yang mempunyai networks yang banyak, rule departement yang banyak.. nah, disesuaikan saja yah. temen2 bisa membaca tentang delay pools disini : Manajemen Bandwidth Di Squid Menggunakan Delay Pools dan Penjelasan ttg Delay Pools. Saya juga membaca ttg Delay Pools dari website tersebut. Ayooo.. Kita lanjutin konfigurasinya squidnya..!!!

Memberikan hak pada user squid untuk menjalankan prosesnya, dan memberikan hak terhadap folder squid (/home/ghoz/squid-2.6.STABLE12)

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo chown -R squid:squid /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/

Kita mengaktifkan terlebih dahulu cache kita.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/sbin/squid -z

Jika muncul pesan error, pahamilah terlebih dahulu dari message yang ditampilkan. Apabila message yang ditampilkan ketika pembuatan cache kita error.. periksalah owner dan permission dari folder tersebut (home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/cache or /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/logs), dan periksa juga apakah ada folder cache di dalam home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/. Biasanya kita menggunakan command dibawah ini untuk mengatasi masalah tersebut.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo chmod 777 /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/logs

Disini saya menjalankan squid tanpa DNS test, check swap yg telah kita create dan No daemon (proses tidak jalan di belakang layar)

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/sbin/squid -SND
ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/sbin/squid start

Saatnya kita lihat apakah prosesnya sudah jalan??

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo netstat -pln | grep squid

Bila tampilan ada yang percis2 seperti dibawah ini, berarti squid telah berjalan.
tcp        0      0 0.0.0.0:8080            0.0.0.0:*               LISTEN     18047/(squid)
udp        0      0 0.0.0.0:3130            0.0.0.0:*                          18047/(squid)
udp        0      0 0.0.0.0:3401            0.0.0.0:*                          18047/(squid)
udp        0      0 0.0.0.0:4827            0.0.0.0:*                          18047/(squid)
udp        0      0 0.0.0.0:32992           0.0.0.0:*                          18047/(squid)

Kalau squid kita sudah jalan.. bukalah browser teman2.. dan masukkan IP beserta port dari squid yang telah kita konfigur sebelumnya. Klo sudah, coba browsing.. bila pagenya terbuka, maka squid kita telah berjalan dengan baik.

Akhirnya selesai juga pembuatan transparent proxy kali ini. Hihihi… Klo ada tambahan atau kekurangan di dalamnya.. Harap langsung di tanggapi saja yah lewat comments.

Best Regards,

Your friend

Posted in Networking | 1 Comment »

Installasi Squid di Fedora Core 6

Posted by admin on March 25, 2008

note :
Saya membuat tutorial baru tentang squid di ubuntu + delay pools. silahkan liat di potingan saya ttg Instalasi squid + delay pools di Ubuntu 6.10.Waduh… Hari ini saya lagi seneng neh, soalnya tadi iseng2 install squid eh alhamdulillah berhasil D . Saya menginstall squid dengan topologi seperti ini :

Disini saya akan coba menjelaskan bgmn cara menginstall dan meng-configure Squid sebagai Transparent Proxy. Squid sangat membutuhkan memory yang cukup besar. Maksud saya disini adalah semakin besar memory yg kita punya makin baik.. bukan berarti bila kita mempunyai memory yg kecil tidak bisa melakukan penginstallan Squid, hanya performance dari squid kita akan melambat saja.
O iya, ini pengalaman pertama saya install squid, jadinya klo ada kekurangan2 yg signifikan dan kurang komplit langsung di kritik aja yak D
Ayolah kita mulai penginstallan Squid di OS Fedora Core 6. Saya menggunakan squid-2.6.STABLE6 (sekarang sudah ada yang STABLE9) pada penginstallan kali ini. Bila anda masih merasa kurang jelas dari penjelasan saya di bawah ini, anda bisa membaca ttg Squid FAQ.

Saya meletakkan squid saya di folder /usr/local/

[root@ghoz local]#tar -zxvf squid-2.6.STABLE6.tar.gz
[root@ghoz local]#mv squid-2.6.STABLE6 squid
==> Rename squid-2.6.STABLE6 menjadi squid

Membuat user untuk menjalankan squid, jadi tidak perlu root untuk menjalankan squid lalu tidak usah memberikan shell kepada usernya.

[root@ghoz local]#useradd -d /usr/local/squid/ -r -s /dev/null squid > /dev/null 2>&1

Sekarang saatnya kita meng-compile Squid.

[root@ghoz squid]#./configure \
–prefix=/usr/local/squid –enable-delay-pools \
–exec-prefix=/usr/local/squid –enable-cache-diggests \
–enable-poll –disable-ident-lookups –disable-wccp \
–enable-snmp –enable-gnuregex \
–enable-default-err-languages=English \
–enable-err-languages=English \ –enable-removal-policies=heap \
–enable-storeio=aufs,diskd –enable-async-io=24 \
–enable-aufs-threads=24 –enable-linux-filter \
–enable-kill-parent-hack

Keterangan :
–enable-gnuregex : ketika sistem tidak mempunyai “regular expression” atau yg paling biasa kita kenal adalah “regex”, squid secara otomatis akan langsung menggunakan GNU Library.
–enable-kill-parent-hack : Ketika squid crash.. dan squid akan restart dengan sendirinya.
–enable-removal-policies=heap : Berguna untuk replacement cache yang telah disimpan, dengan menggunakan heap.. berarti kita dapat menggunakan algoritma LFUDA dan GDSF
–enable-storeio=diskd,ufs : sangat berguna sekali, kecepatan utamanya.
–disable-wccp : Berguna ketika kita menggunakan cisco
–enable-linux-filter : Digunakan untuk membuat transparent proxy
–disable-ident-lookups: mengurasi dos
–enable-auth=basic \
–enable-basic-auth-helpers=NCSA / Berguna ketika squid kita menggunakan atuhentication user
Untuk lebih lengkapnya bisa melihat di helpnya : [root@ghoz squid]#./configure -h

[root@ghoz squid]#make all
[root@ghoz squid]#make install

Sekarang kita akan masuk ke konfigurasi squid.conf

[root@ghoz squid]#vi /usr/local/squid/etc/squid.conf

Ini adalah tambahan2 yang saya letakkan di squid.conf (sisanya default): http_port 3128
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
cache deny QUERY
cache_mem 128 MB
cache_swap_low 98
cache_swap_high 99
maximum_object_size 64 MB
minimum_object_size 0 KB
maximum_object_size_in_memory 32 KB
ipcache_size 2048
ipcache_low 98
ipcache_high 99
cache_replacement_policy heap LFUDA
memory_replacement_policy heap GDSF
cache_dir aufs /usr/local/squid/var/cache 10000 23 256
access_log /usr/local/squid/var/logs/access.log squid
cache_log /usr/local/squid/var/logs/cache.log
cache_store_log /usr/local/squid/var/logs/store.log
log_fqdn off
cache_effective_user squid
acl user src 192.168.1.0/255.255.255.0
http_access allow user

Bila sudah anda tambahkan semuanya.. sekarang saatnya menjalankan squid kita:

Kita mengaktifkan terlebih dahulu cache kita.

[root@ghoz squid]#/usr/local/squid/sbin/squid -z

Jika muncul pesan error, pahamilah terlebih dahulu dari message yang ditampilkan. Apabila message yang ditampilkan ketika pembuatan cache kita error.. periksalah owner dan permission dari folder tersebut (/usr/local/squid/var/cache or /usr/local/squid/var/logs), dan periksa juga apakah ada folder cache di dalam /usr/local/squid/var/. Biasanya kita menggunakan command dibawah ini untuk mengatasi masalah tersebut.

[root@ghoz squid]#chmod 777 /usr/local/squid/var/logs

Memberikan hak pada user squid untuk menjalankan prosesnya, dan memberikan hak terhadap folder squid (/usr/loca/squid/)

[root@ghoz squid]#chown -R squid:squid /usr/local/squid/

Disini saya menjalankan squid tanpa DNS test, check swap yg telah kita create dan No daemon (proses tidak jalan di belakang layar)

[root@ghoz squid]#/usr/local/squid/sbin/squid -SDN

Bila sudah, saatnya kita lihat apakah prosesnya sudah jalan??

[root@ghoz squid]#netstat -pln | grep squid

atau

[root@ghoz squid]#ps -aux | grep squid

tcp 0 0 0.0.0.0:3128 0.0.0.0:* LISTEN 2953/(squid)
udp 0 0 0.0.0.0:32805 0.0.0.0:* 2953/(squid)
udp 0 0 0.0.0.0:3130 0.0.0.0:* 2953/(squid)
udp 0 0 0.0.0.0:3401 0.0.0.0:* 2953/(squid) Klo waktu menggunakan perintah netstat keluar seperti diatas ini.. berarti squid telah berjalan… Bila menggunakan perintah ps -aux anda akan mendapatkan tampilan seperti di bawah ini.. dan tandanya squid anda juga sudah berjalan dengan mulus!!! Sekarang saatnya membuat iptablesnya utk redirect ke port 3128.
root 2951 0.0 0.1 4132 588 ? Ss 17:16 0:00 /usr/local/squid/sbin/squid -SDN

[root@ghoz squid]#echo “1” > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
[root@ghoz squid]#iptables -F -t nat
[root@ghoz squid]#iptables -A PREROUTING -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 3128

Klo iptables telah diterapkan.. buka browser anda dan masukkan IP address si proxy beserta port yang telah kita assignkan untuk port proxy.
Utk Firefox : Tools -> Options -> Advanced -> Network -> Settings
Utk IE : Tools -> Internet options -> Connection -> Lan settings -> “Centangin” Proxy server
Utk Mozzila : Edit -> Preferences -> Advanced -> ProxyAkhirnya selesai juga pembuatan transparent proxy kali ini. Hihihi… Klo ada tambahan atau kekurangan di dalamnya.. Harap langsung di tanggapi saja yah lewat comments.

Best Regards,

Your friend

Posted in Networking | 4 Comments »

Redirect Squid Proxy Server Linux dengan SquidGuard

Posted by admin on March 24, 2008

Saya baru teringat tulisan pertama saya tentang proxy server Linux menggunakan Squid. Kali ini saya ingin melanjutkannya dengan menuliskan pengalaman saya membuat proxy server yang berfungsi untuk: membatasi akses internet ke alamat tertentu menggunakan program redirect squidguard dan database-nya yang menampung jutaan situs dalam berbagai kategori. Sampai tulisan ini saya buat, datatabase-nya memiliki puluhan kategori. yang sangat bagus jika diterapkan di tempat saya, yang merupakan lembaga pendidikan. Panduan instalasi dan konfigurasinya secara lengkap dapat ditemukan di situs resmi squidGuard. Kenapa saya membuat hal ini? Permasalahan bahwa situs yang terdaftar dalam blacklist manual sangatlah terbatas, dan saya melihat ada program open source yang sangat bagus dan biasanya disandingkan dengan squid, so saya mencobanya… Dan ternyata setelah berhasil, rasanya terasa nyaman dan menyenangkan. squidGuard sudah membantu pekerjaan saya. hehe…

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah:

  1. Download dan instalasikan squidGuard pada sistem
  2. Download database squidGuard
  3. Membuat file konfigurasi untuk squidGuard di /etc/squid/squidGuard.conf
  4. Instal database squidGuard
  5. Menambahkan redirect squidGuard dalam konfigurasi proxy di /etc/squid/squid.conf
  6. Membuat script untuk memudahkan saya menjalankan squid dan squidGuard
  7. Jalankan proxy server

File konfigurasi squidGuard.conf yang saya gunakan isinya seperti berikut:
#
# CONFIG FILE FOR SQUIDGUARD
#
# Author By: fxekobudi@gmail.com
#

dbhome /var/squidGuard/blacklists
logdir /var/log/squidGuard
dest adv {
log adv
domainlist adv/domains
urllist adv/urls
}
dest aggressive {
log aggressive
domainlist aggressive/domains
urllist aggressive/urls
}
dest automobile {
log automobile
domainlist automobile/domains
urllist automobile/urls
}
dest chat {
log chat
domainlist chat/domains
urllist chat/urls
}
dest dating {
log dating
domainlist dating/domains
urllist dating/urls
}
dest drugs {
log drugs
domainlist drugs/domains
urllist drugs/urls
}
dest gamble {
log gamble
domainlist gamble/domains
urllist gamble/urls
}
dest hacking {
log hacking
domainlist hacking/domains
urllist hacking/urls
}
dest movies {
log movies
domainlist movies/domains
urllist movies/urls
}
dest music {
log music
domainlist music/domains
urllist music/urls
}
dest porn {
log porn
domainlist porn/domains
urllist porn/urls
}
dest redirector {
log redirector
domainlist redirector/domains
urllist redirector/urls
}
dest shopping {
log shopping
domainlist shopping/domains
urllist shopping/urls
}
dest spyware {
log spyware
domainlist spyware/domains
urllist spyware/urls
}
dest tracker {
log tracker
domainlist tracker/domains
urllist tracker/urls
}
dest violence {
log violence
domainlist violence/domains
urllist violence/urls
}
dest warez {
log warez
domainlist warez/domains
urllist warez/urls
}
dest webradio {
log webradio
domainlist webradio/domains
urllist webradio/urls
}
dest webtv {
log webtv
domainlist webtv/domains
urllist webtv/urls
}
acl {
default {
pass !adv !aggressive !automobile !chat !dating !drugs !gamble !hacking !movies !music !porn !redirector !shopping !spyware !tracker !violence !warez !webradio !webtv all
redirect 302:http://localhost.localdomain/blacklist.html
}
}

Untuk yang di sekolah, saya arahkan redirect tersebut ke file buatan saya sendiri, dimana dalam file tersebut saya berikan peringatan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan mengakses situs dan saya berikan pilihan beberapa situs yang baik dan layak untuk dikunjungi. format file-nya dalam html. saya beri nama blacklist.html.
Setelah membuat file konfigurasinya, selanjutnya saya menambahkan direktive berikut ini agar squid membaca perintah untuk redirect squidGuard. Saya meminta squid untuk menjalankan anak proses squidGuard sebanyak 10, sesuai dengan kemampuan memory yang digunakan proxy. Maksud saya agar request terhadap situs tertentu yang masuk dalam database squidGuard segera dapat tertangani oleh anak-anak proses tersebut, selain karena jumlah client yang lumayan besar.
# unlinkd_program /usr/lib/squid/unlinkd
unlinkd_program /usr/lib/squid/unlinkd

# ———————————
# Redirect program untuk squidGuard
# ———————————
redirect_program /usr/bin/squidGuard
redirect_children 10

Berikut ini cara saya install database squidGuard:
1. File shallalist.tar.gz yang sudah saya download saya letakkan di direktory /tmp
2. Selanjutnya saya masuk direktory tersebut dan ekstrak file:
cd /tmp
tar -zxf shallalist.tar.gz
3.
Untuk memudahkan menginstal squidguard, saya edit script yang diberikan pada situs squidguard dan saya sesuaikan dengan kebutuhan serta keadaan. Kesulitan awal saya saat itu adalah masalah permission file untuk log squidGuard. Jadi hati-hati dengan proses instalasinya dan selalu check dengan command tail -f /var/log/messages.

#!/bin/sh
#
# squidGuard blacklists – install script
# author by: fxekobudi@gmail.com
cd /tmp
# extract blacklists
tar -zxf shallalist.tar.gz
# hapus databases lama
# copy blacklists ke db home
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/*
cp -R /tmp/BL/* /var/squidGuard/blacklists
# hapus direktory kategori blacklists yang tidak digunakan
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/automobile
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/dynamic
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/finance
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/forum
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/hobby/cooking
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/hobby/pets
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/isp
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/jobsearch
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/news
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/recreation
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/science
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/shopping
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/webmail
# buat direktory log squidGuard
#mkdir /var/log/squid/squidGuard
#chown squid.squid /var/log/squid/squidGuard/
chown squid.squid /var/log/squid/squidGuard/*
chown squid.squid /var/log/squid/squidGuard.log
# buat domains + urls db, kemudian rubah kepemilikan ke squid user
/usr/bin/squidGuard -C all
chown squid.squid /var/squidGuard/blacklists/*/*.db
chown squid.squid /var/squidGuard/blacklists/*/*/*.db
/sbin/service squid restart
rm -Rf /tmp/BL

(tulisan ini masih akan saya perbaiki)

Posted in Networking | 1 Comment »

Ubuntu = Distro Linux No.1 Didunia

Posted by admin on March 23, 2008

Berdasarkan pantauan dari distrowatch.com sejak dulu hingga sekarang ternyata ubuntu tetap menjadi distro linux best of the best 😀

Distrowatch.com sendiri adalah situs yang aktif mencatat perkembangan dari distribusi linux di seluruh dunia.

Kenapa banyak orang di dunia ini memilih ubuntu?
1. Ubuntu itu sangat mudah digunakan oleh siapapun termasuk pengguna awam sekalipun.
2. Dukungan komunitas yang banyak sehingga mudah untuk memperoleh bantuan teknis.
3. Alasan lengkap klik disini.

Posted in Berita | Leave a Comment »

Menginstall paket .rpm di Debian dan Ubuntu

Posted by admin on March 21, 2008

Howto: Install Paket RPM di Ubuntu menggunakan Alien.
Alien adl program yg dpt mengkonversi beberapa paket di linux antara lain rpm, dpkg, stampede slp, and slackware tgz file formats.
Ada kalanya kita mau menginstall sebuah software di linux tapi sialnya ketika pembuat software tersebut tidak menyediakan paket deb, yang ada hanya paket rpm saja. Alien adalah salah software yang bisa membantu anda mengkonversi paket rpm ke deb sehingga paket tersebut bisa di install di ubuntu.

Istall dulu program alien dengan perintah
# apt-get install alien

Setelah alien terinstall maka sebelum anda menginstall paket rpm, anda harus mengkonvert dulu paket tersebut ke paket deb dengan perintah
# alien -d package-name.rpm
dari perintah diatas akan menghasilkan file package-name.deb kemudian menginstall paket deb tersebut dengan perintah dpkg -i package-name.deb

Atau anda bisa menggunakan perintah
# alien -i package-name.rpm
untuk mengkonvert paket rpm ke paket deb dan langsung menginstalnya.

Untuk mengkonvert paket rpm tanpa merubah nomor versi paket rpm tersebut gunakan perintah
# alien -k package-file.rpm
contoh: kita punya paket rpm dengan nama avg71lms-r30-a0782.i386.rpm maka perintah untuk menkonvert paket tersebut adalah
# alien -k avg71lms-r30-a0782.i386.rpm
dari perintah tersebut di atas maka paket deb yang dihasilkan adalah avg71lms-r30-a0782.i386.deb berbeda jika anda menggunakan option -d yang dihasilkan adalah avg71lms_r30-1_i386.deb, jika anda lihat paket yang asli ditambahkan dengan angka 1.

Ketengan:
* -d digunakan untuk merubah paket menjadi deb
* -r digunakan untuk merubah paket menjadi rpm
* -tgz digunakan untuk merubah paket menjadi tgz
Manual lengkap klik disini.

Sumber: Debian Admin

Posted in Shell, Tips n Trik | 1 Comment »

Cara Install Cannon Pixma IP 1880 di Ubuntu dan Debian

Posted by admin on March 20, 2008

Buat teman-teman yang belum bisa  pake printer canon 1880 bisa coba cara ini

pertama-tama masuk ke http://www.canon-asia.com/index.jsp?fuseaction=support&prod_type=bj&country=SG

pilih Model PIXMA iP1880 klik Menu Drivers & Softwares klik next, muncul pop up link, pilih the version 2.7.0 untuk Linux

Download dua file “Common package” dan “Package for the iP1800series”

karena filenya dengan format RPM, convert ke paket debian/Ubuntu

pastikan paket alien sudah terinstall di ubuntu anda, tapi kalo belum langkah berikutnya Install paket alien package

sudo apt-get install alien

saat saya coba konvert file driver printer dengan alien defaultnya gibbon ada masalah, jadi saya uninstall dan ganti dengan alien dari feisty, convert sukses

Convert to .deb

pastikan anda udah diroot masuk kedirektori tempat file driver printer,

lalu perintahnya :

sudo alien -k cnijfilter-common-2.70-1.i386.rpm

sudo alien -k cnijfilter-ip1800series-2.70-1.i386.rpm

atau

alien–to-deb cnijfilter-common-2.70-1.i386.rpm

alien–to-deb cnijfilter-ip1800series-2.70-1.i386.rpm

hasil convert diinstall dengan perintah

sudo dpkg -i cnijfilter-common_2.70-1_i386.deb

sudo dpkg -i cnijfilter-ip1800series_2.70-1_i386.deb

anda juga perlu file-file library libtiff3 dan libpng3. tanpa libtiff3 printer dideteksi tapi tidak ada respon saat ngeprint. Di gibbon yang ada cuman libtiff4 jadi kita buat libtiff3 dengan cara

dari root terminal

cd /usr/lib/

sudo ln -s ./libtiff.so.4.2.1 ./libtiff.so.3

untuk libpng3, install dari repository

sudo apt-get install libpng3

setelah sukses nginstall hidupkan printer sambungkan ke kompi lalu masuk ke System—adminstrastion—printing. double klik new printer

pilih pilihan ” Local or Detected Printer”

pilih Detected Printer : Canon iP1800 series ……

lalu klik next

karena pilihan iP1800 tidak ada di list, pilih “Install Driver” button and masuk ke  /usr/share/cups/model pilih canonip1800.ppd —next klik apply button.

di printer window muncul icon  iP1800. ubah menjadi default printer dengan cara klik kanan icon printer dan pilih “Make Default”

harusnya printer anda udah kepake

Selamat mencoba!

Posted in Desktop | 6 Comments »

Me-Remaster Ubuntu LiveCD

Posted by admin on March 19, 2008

Mengapa ‘perlu’ me-remaster livecd?
Saat anda ingin melihat livecd anda mengeluarkan pesan dalam Bahasa Indonesia saat boot, saat
memberi anda menu, dan melihat wajah anda sebagai wallpaper desktop, bagaimana perasaan anda?
Puas? Senang? Besar Kepala? (mudah-mudahan saya tidak yang terakhir).

Apa yang harus anda siapkan?
Siapkan bahan-bahan dan peralatan berikut ini:

  1. – CD/ISO Ubuntu rel 6.06 ke atas (LiveCD versi sebelumnya menggunakan cloops, diluar bahasan kali ini)
  2. Kernel dengan modul squashfs enabled (kernel bawaan Ubuntu 6.06 sudah memenuhi syarat ini. ya anda harus menginstall Ubuntu 6.06 dong ;-P)
  3. squashfs-tools ( anda harus menjalankan: sudo apt-get install squashfs-tools )
  4. koneksi internet/DVD Repo Ubuntu 6.06 – opsional (jika tidak ada, anda tidak bisa menambah
    aplikasi baru)
  5. bokong dan jemari yang kuat serta semangat menunggu yang tinggi
  6. kopi, teh, susu, rhytmbox with gita’s song

Jika semua bahan dan peralatan diatas sudah siap dan anda sudah duduk manis didepan monitor sambil membaca tutorial ini dijendela browser anda, mari kita buka gnome-terminal.
Untuk kemudahan, kita akan membuat tiga direktori:

~/cdrom tempat kita mengkopi isi cd livecd atau iso livecd
~/temp tempat kita me-mount file filesystem.squashfs (filesystem livecd)
~/work tempat kita bekerja sampai livecd kita siap di buat iso kembali

P.S : buat yang belum tahu, ~ artinya direktori /home/username_anda

Mari kita mulai:

  1. Siapkan direktori-direktori di atas:
    mkdir cdrom temp work
  2. Mount cdrom atau iso file livecd
    sudo mount /dev/hdc /media/cdrom0
    atau file iso
    sudo mount -o loop -t iso9660 livecdfile.iso ./temp
  3. Copy semua isi cd/iso file
    cp -a /media/cdrom0/. ./cdromatau file isocp -a /temp/. ./cdrom

    Jangan lupa, antara . dan . ada spasi ya. Lalu rubah mode/permission-nya

    chmod 777 -R cdrom
    Manfaatnya, anda tidak mengalami kesulitan saat mengedit isi cdrom. Anda bisa menghapus
    direktori program, bin, dan disctree serta file-file lain yg tidak anda perlukan.

  4. Jika sudah selesai, unmount cdrom/file iso anda
    sudo umount /media/cdrom0 atau sudo umount ./temp
  5. Sekarang kita akan membuat filesystem virtual dalam bentuk file. Jika anda telah
    menyiapkan partisi sendiri, anda harus mem-format-nya ke ext2 dan kapasitasnya tidak boleh
    kurang dari 2GB.
    sudo dd if=/dev/zero of=livecdfs.ext2 bs=1M count=2147
    Tunggu sebentar, filesystem dalam bentuk file sedang dibuat. Jika sudah jadi, mari kita
    format.
    sudo mke2fs livecdfs.ext2
    Jika mke2fs bertanya, jawab saja ya (y) lalu enter (tanya apa? praktek-in dong!)
  6. Jika sudah selesai memformat. Waktunya kita me-mount file filesystem.squashfs di temp/ dan
    livecdfs.ext2 ke work/ lalu meng-copy isi temp/ ke work/

    sudo mount -t squashfs -o loop ./cdrom/casper/filesystem.squashfs ./temp
    sudo mount -o loop livecdfs.ext2 ./work
    sudo cp -a ./temp ./work
    sudo umount ./temp
  7. Tahap ke-7 dan seterusnya adalah tahap yang paling penting. Mulai dari sini anda akan
    mulai memodif livecd anda. Sekedar gambaran, saya membuang aplikasi-aplikasi yang tidak
    pernah saya pakai dan menggantinya dengan xmms, mplayer, w32codecs, libdvdcss, nvu, bluefish, games, partimage, dll.Di tahap ini juga anda bisa memodif GNOME. Menggantinya dengan KDE atau XFCE atau Fluxbox.
    Baiklah kita mulai saja melakukan chroot.Jika anda akan menggunakan internet, copy file /etc/resolv.conf anda ke direktori work/etc
    sudo cp /etc/resolv.conf ./work/etc
    Lalu mount /proc anda ke /work/proc
    sudo mount -t proc -o bind /proc ./work/proc
    Jika sudah, anda siap melakukan chroot
    sudo chroot ./work/ /bin/bash
    Anda akan mendapatkan root prompt root@host#

    Lalu apa? ya itu tadi, modif!. Contohnya, saya membuang semua paket fonts etnis, dan
    daemon-daemon yang tidak diperlukan.
    apt-get remove --purge ttf-baekmuk at ekiga dan sebagainya

    Jangan lupa opsi –purge supaya livecd anda kelak benar-benar bersih.
    Kalau perlu hapus manual (bisa lewat nautilus sebagai root). Lalu saya menginstall
    aplikasi favorit saya:
    apt-get install mplayer nvu bluefish dan sebagainya
    Tips: Jika anda menggunakan DVD Repo, anda harus memodifikasi fstab target, dan menambahkan baris berikut (menggunakan editor favorit anda, misalnya nano):
    /dev/hdc /media iso9960 defaults 0 0
    Dan lakukan apt-cdrom untuk menambah repository DVD anda
    apt-cdrom -d /media add

    Jika DVD Repo dibuat iso seperti punya saya, saya me-mount-nya di direktori sementara yang
    saya buat di direktori /media target (lakukan dari luar/sebelum chroot):

    sudo mount -t iso9660 -o loop ~/repos/multiverse.iso ~/work/media/DVD1
    sudo mount -t iso9660 -o loop ~/repos/universe1.iso ~/work/media/DVD2
    sudo mount -t iso9660 -o loop ~/repos/universe2.iso ~/work/media/DVD3

    Dan menambahkan baris berikut di /etc/apt/sources.list target

    deb file:///media/DVD1 dists/main/binary-i386/
    deb file:///media/DVD1 dists/multiverse/binary-i386/
    deb file:///media/DVD1 dists/restricted/binary-i386/
    deb file:///media/DVD2 dapper universe
    deb file:///media/DVD3 dapper universe

    Barulah anda melakukan apt-get update dan bisa menginstall dengan lega.

  8. Mempersiapkan pemaketan kembali. Jangan lupa untuk melepas mount work/proc dan cd/repo
    anda dan menghapus atau mengembalikan kondisi file dan filesystem seperti semula.

    rm -R /media/*
    rm /etc/resolv.conf
    exit
    sudo umount ./work/proc
    sudo umount /work/media/DVD1 juga DVD2 dan DVD3
  9. Lalu kita meng-update daftar aplikasi yang baru

    sudo chroot ./work dpkg-query -W --showformat='${Package} $Version}\n' >
    ./cdrom/casper/filesystem.manifest

    P.S: HARUS ditulis dalam satu baris!Kemudian kita membersihkan (lagi) semua space yang tidak terpakai. Kita akan menggunakan dd
    untuk mengkompress space kosong tadi ke sebuah file yang lantas kita hapus.

    sudo dd if=/dev/zero of=./work/filekosong
    sudo rm ./work/filekosong
  10. Selanjutnya, membuat file squashfs dari hasil remaster kita

    sudo rm ./cdrom/casper/filesystem.squashfs
    cd ./work
    sudo mksquashfs . ../cdrom/casper/filesystem.squashfs
    cd ..

    P.S: jangan lupa spasinya! Sambil menunggu, silahkan sesap kopi anda.
  11. Membuat file iso. Sebelumnya kita akan meng-generate md5sum yang baru.

    cd cdrom
    sudo find . -type f -print0 |xargs -0 md5sum |sudo tee md5sum.txt
    cd ..

    Sekarang mari kita membuat file iso-nya

    sudo mkisofs -o customlivecd.iso -b isolinux/isolinux.bin -c isolinux/boot.cat
    -no-emul-boot -boot-load-size 4 -boot-info-table -r -V "Amrin's Custom LiveCD"
    -cache-inodes -J -l cdrom/

    PS: tulis dalam 1 baris!

Sampai disini selesai sudah proyek kita. File iso akan anda temukan di direktori ~ anda.
Silahkan dicoba dengan qemu atau diburn langsung ke CD jika qemu terasa lambat. jangan ragu
untuk membagikannya ke saudara atau teman.

Nah, selain mengasyikkan (dan bikin kurang tidur) membuat livecd sendiri menambah ilmu anda bukan?. Maka berterima kasihlah kepada penulis yang menginspirasikan saya.
………………….. maaf lupa!, ntar cari lagi urlnya ;-)

Source: http://www.linuxindo.web.id/2007/10/27/me-remaster-ubuntu-livecd/

Posted in Development, Tips n Trik | 1 Comment »

RsDesktop pada PCLinuxOS

Posted by admin on March 18, 2008

Jika anda mempunyai satu komputer windows XP Profesional (SP2) dalam satu jaringan bersama dengan komputer PCLinuxOS, maka tiap komputer PCLinuxOS dalam jaringan tersebut akan dapat menggunakan windows XP beserta semua aplikasi di dalamnya (misalkan: Ms Office, Internet Explorer, Game Online dan lain-lain) tanpa menginstal apapun pada komputer PCLinuxOS. Menarik bukan?

Contoh:

Dalam satu internet café, terdapat 10 komputer PCLinuxOS dan 1 Komputer XP Pro (SP2), maka semua komputer PCLinuxOS akan dapat menggunakan Windows XP Pro tersebut pada waktu bersamaan dan dapat menggunakan semua aplikasi-aplikasi yang terinstall dalam Windows XP tersebut.

Pada mode full screen, desktop pada layar PCLinuxOS akan berganti menjadi desktop windows XP, sehingga pemakainya akan serasa menggunakan windows XP.

Proses komputasi tetap dilakukan pada komputer windows XP, sedangkan komputer PCLinuxOS hanya akan berfungsi sebagai desktop interface (tampilan), oleh karena itu banyaknya user yang sanggup dilayani oleh komputer windows XP tentunya akan sangat tergantung pada kapasitas memory dan kekuatan processor pada komputer windows XP.

Untuk melakukan ini, ada 2 tahap yang harus dilakukan, (1) yaitu persiapan seting pada sisi komputer windows XP dan (2) Perintah pada komputer PCLinuxOS.

Misal, untuk jaringan yang terdapat 1 unit komputer XP dan 2 unit Komputer PCLinuxOS, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah sbb:

Set IP komputer windows XP menjadi 192.168.0.3 / subnet 255.255.255.0
Set IP pada komputer PCLinuxOS:
PCLinuxOS1 IP 192.168.0.1 / subnet 255.255.255.0
PCLinuxOS2 IP 192.168.0.2 / subnet 255.255.255.0

Catatan: Penomeran IP ini bebas terserah anda.

Cek apakah kedua komputer PCLinuxOS telah dapat berkomunikasi dengan komputer XP dengan cara

Pada komputer PCLinuxOS1 klik Menu – System Tools – Terminal kemudian ketik:

ping 192.168.0.3 (enter)

Jika ada replay berarti komputer PCLinuxOS tersebut sudah mampu berkomunikasi dengan komputer windows XP. Pada komputer PCLinuxOS2 lakukan hal yang sama.

1. Persiapan Pada Komputer Windows XP Pro (SP2)

– Download patch di:

http://blogpmenier.dynalias.net/docext/xp/Termiserv_XPSP2_i386_1.0.exe
atau
http://sala.pri.ee/terminal-server-patch/
atau
Termiserv_XPSP2_i386_1.0.zip

– Install patch tersebut dalam safe mode, caranya adalah sbb: Nyalakan komputer windows XP, sewaktu akan booting tekan tombol F8 secara terus menerus, kemudian pilihlah Safe Mode. lalu install patch tersebut. Patch ini berguna untuk membolehkan beberapa user login dalam satu komputer XP secara bersamaan.

– Buatlah beberapa user sebanyak komputer Pinux yang ada dalam jaringan dengan type limited user. Maksud dari limited user ini adalah masing-masing user mempunyai setting/profil dan folder document sendiri-sendiri tidak bercampur sehingga tidak akan saling mengganggu.

Start – Control Panel – User Account

Lalu buatlah 2 user sbb:

login: user01
Password: pass01

dan

login: user02
Password: pass02

Catatan: Nama login ini bebas terserah anda.

– Jalankan Fast User Switching: Control Panel – User Account – Change the way users log on or off pilih: Fast User Switching.

– Klik kanan pada icon My Computer di desktop pilih Properties kemudian pilih tab Remote
Centanglah ‘Allow users to connect remotely to this computer’ seperti tampak pada gambar berikut:

1

Kemudian klik ‘Select Remote Users’ dan isikan userid user-user yang telah anda buat sebelumnya:

2

Pada contoh diatas ada 50 user PCLinuxOS pada satu windows xp pro (menggunakan userid xp01 s/d xp50).

Sampai dengan di sini komputer XP-pro anda sudah siap digunakan untuk login secara simultan beberapa user sekaligus.

2. Perintah Pada Komputer PCLinuxOS
Jika seting pada komputer windows XP telah siap, maka yang perlu dilakukan pada komputer PCLinuxOS adalah sbb:
– Klik Menu – System Tools – Terminal
– Misal jika akan login ke komputer windows XP yang pada contoh ber-IP 192.168.0.3 dengan menggunakan user pada windows XP dengan login ‘user01′ dan password ‘pass01′ maka ketik sbb:

rdesktop -a 16 -u user01 -p pass01 192.168.0.3 &

Untuk secara fullscreen:

rdesktop -f -a 16 -u user01 -p pass01 192.168.0.3 &

Jika anda mengalami kesulitan dalam mengetikan perintah tersedia tools yang relatif lebih mudah untuk digunakan, yaitu klik: Menu – System Tools – Desktop Connection, kemudikan isikan IP komputer windows XP (pada contoh diatas 192.168.0.3) lalu klik tombol Execute.

Membuat Shortcut untuk Login ke XP

Anda dapat menambahkan suatu shortcut di desktop PCLinuxOS anda sehingga user PCLinuxOS tinggal mengklik shortcut jika akan login ke windows. Caranya adalah sbb:

Klik kanan pada desktop PCLinuxOS – pilih New Launcher isikan sbb:

Name: Windows XP
Generik Name: Windows XP
Comment: Login to windows XP
Command: rdesktop -f -a 16 -u user01 -p pass01 192.168.0.3 &
Type: Application
Icon: Pilih icon sesuai selera anda
Run in terminal tidak perlu di centang
Lalu tekan tombol OK

Jika kesulitan anda bisa mendownload shortcut dibawah ini:

menuxp.tar.gz

Keistimewan shortcut ini adalah: Sound pada XP bisa terdengar di
PCLinuxOS.
Shortcut ini untuk memudahkan login ke XP. Jadi tidak perlu
untuk mengetik perintah panjang seperti diatas setiap kali akan login.
Shortcut ini mempunyai icon tampak seperti pada gambar di bawah.

Cara install shortcut:

– Login sebagai root
– Copykan file menuxp.tar.gz ke /root
– Buka terminal: Start – System Tools – Terminal
– Ketik:

tar -zxvf menuxp.tar.gz
cd menuxp
chmod a+x install
./install

– Setelah proses install selesai, isikan data IP komputer XP, username/password
yang telah dicreate di XP pada file /usr/bin/windoz dengan mengetik:

pico -w /usr/bin/windoz

untuk menyimpan file tekan CTRL-X lalu jawab Y lalu ENTER.

Membuat PCLinuxOS Otomatis Login pada windows XP

Selain dengan shortcut, anda juga dapat membuat komputer PCLinuxOS secara otomatis login ke komputer windows XP dengan cara:

– Pada komputer Pinux, klik Menu – Preferences – More Preferences – Sessions

– Klik tab ‘Startup Programs

– Klik tombol ‘add button’. Ketik perintah, contoh:

rdesktop -f -a 16 -u user01 -p pass01 192.168.0.3 &

– OK – Close.

Jangan lupa untuk melakukan penguncian ulang dengan perintah pinuxuserlock jika konfigurasi user yg anda modifikasi tersebut sebelum dalam keadaan terkunci (locked) sehingga seting ini akan tersimpan secara permanen oleh Pinux.

Berikut ini tampilan PClinuxOS kami, yg telah ditambahkan icon untuk login ke XP pro secara cepat:

4

Ok gue kira cukup sekian tutorial semoga dpt di pahami

salam OpenSource

Posted in Desktop | Leave a Comment »