unOfficial KPLI Pasuruan

Klo ada yg Gratisan– Ngapain mesti bayarrr…

Dual OS Windows dan Linux

Posted by admin on March 1, 2008

Ubuntu dan Windows XP dual booting

Minimal komputer Anda berspesifikasi RAM (memory) 256 MByte dan menyisakan ruang kosong harddisk 4 GB untuk Ubuntu. Dalam praktek, saya menggunakan CD Ubuntu 7.04 (Feisty Fawn), harddisk 40 GB yang telah terisi Window$ (sisanya saya instalasikan Edubuntu namun sekarang saya timpa dengan Ubuntu terbaru), menggunakan RAM 512 Mbyte, dan prosesor AMD Sempron 2800+.

TENTANG PARTISI DAN FILE-SYSTEM

Untuk menginstalasi sistem Multi Booting Anda harus mengerti konsep tentang partisi dan file-system. Sekadar memberitahu Anda, partisi adalah suatu bagian harddisk tempat “mewadahi” kerja program sistem-operasi. Bila sistem-operasinya berbeda maka bentuk partisinya pun berbeda, karena cara kerja tiap sistem operasi berbeda. Bentuk (format) partisi ini dinamakan file-system. Filesystem Linux berbeda dengan Windows. Saya umpamakan Linux sebagai direktur toko swalayan, tentu tempatnya bekerja adalah lingkungan toko swalayan. Sedangkan Window$ saya umpamakan sebagai ketua kantor pajak, tentu tempatnya bekerja adalah lingkungan kantor pajak. Pada kenyataannya Linux hanya bisa bekerja dengan baik di atas harddisk dengan format file-system berjenis extended (ext2 dan ext3) serta jenis Reiser, sedangkan Window$ hanya bisa bekerja di atas file-system jenis NTFS dan FAT32. Jadi pada praktek ini, sebelum kita menginstalasi Linux di harddisk, kita harus membuat partisi dengan filesystem ext3.

Selain itu, sistem operasi hanya bekerja di atas partisi Primary, bukan Extended. Extended biasanya digunakan untuk menyimpan data.

Gambar berikut ini adalah layar Ubuntu yang dijalankan langsung dari CD di komputer saya (istilahnya “LiveCD”). Selain bisa mencicipi Linux tanpa menginstalasi di harddisk, CD ini juga digunakan sebagai CD installer.

Untuk membuat partisi baru Anda bisa menggunakan program semacam Partition Magic di Window$ atau dari program pembuat partisi harddisk yang telah disediakan di LiveCD Ubuntu yang kita gunakan. Akan saya berikan contoh penggunaan program pemartisi bawaan LiveCD Ubuntu dan Kubuntu (Ubuntu dengan lingkungan “KDE”).
Bila kita menggunakan LiveCD Ubuntu, kita memakai program pembuat dan penata partisi “GParted” yang bisa diakses dengan memilih Menu System > Administration > Gnome Partition Editor. Sedangkan bila memakai Kubuntu, kita bisa memakai program “QTParted” yang bisa diakses dengan memilih menu K > System > QTParted.
gparted

qtparted

Pada gambar di bawah ini saya telah memiliki banyak partisi. Yaitu yang ada di bawah direktori-sementara dengan posisi [/dev/hda]. Bila Anda memiliki harddisk SATA atau flashdisk terpasang di komputer Anda maka yang akan ditampilkan adalah direktori [/dev/sda]. Pada contoh berikut, layar menampilkan harddisk yang sudah pernah dipartisikan sebelumnya. Yaitu [/dev/hda1] sampai [/dev/hda8]. Terlihat tidak urut ya? Maklumlah, dulu saya pernah mengutak-atiknya. Coba Anda perhatikan kolom “Tipe”, maka Anda akan melihat jenis format yang berbeda seperti ext3, swap, fat32, dan ntfs. Itu karena dulu saya pernah melakukan “bagi-bagi” partisi. Jangan bila Anda heran bila milik Anda lebih sedikit daripada saya. Pertamakali kita akan mengambil sebagian ruang ber-filesystem fat32 atau ntfs milik kita untuk kita jadikan filesystem ext3. HATI-HATI! Jangan Anda ambil dari filesystem utama Windows [C:], hal ini untuk meminimalkan resiko kerusakan sistem Windows Anda. Misalkan kita ambil dari partisi yang biasanya kita gunakan untuk menyimpan data-data yaitu [D:], [E:], atau lainnya. Caranya sorot baris partisi yang dimaksud lalu klik kanan dan pilih “Resize”.

Perhatian! Partisi yang akan diformat dan di-resize aka menghapus semua isi data dalam partisi yang bersangkutan. Berhati-hatilah dan lakukanlah back-up sebelumnya.

gparted

Isilah jendela dialog di bawah ini pada baris terakhir “Free Space Following (MiB)” dengan nilai 4334 (dalam satuan Megabyte). Itu artinya partisi kosong sebesar 4 Gigabyte akan kita buat di urutan partisi berikutnya. Dengan demikian baris “New Size” jumlahnya akan berkurang, karena ruang partisi induknya sudah di ambil. Warna kuning pada kotak hijau adalah banyaknya data kita di dalamnya. Lalu klik tombol “Resize/Move”.

gparted

Setelah selesai, ubahlah ruang kosong yang tersisa di harddisk Anda menjadi format ext3. Caranya klik kanan ruang kosong tersebut lalu pilih “Format to: ext3”. Dulu saya pernah mempartisi harddisk dengan ext3 (ada yang Primary dan ada yang Extended), sehingga di layar pun sudah tersedia partisi dengan format filesystem ext3. Sedangkan bagi yang belum pernah, maka tampilan harddisk ext3 akan ditampilkan setelah proses perubahan. Pada harddisk saya partisi Primary tersedia tiga buah yaitu [/dev/hda1], [/dev/hda3], dan [/dev/hda4]. Sedangkan partisi Extended ada empat (di bawah cakupan [/dev/hda2]) yaitu [/dev/hda5], [/dev/hda6]. [/dev/hda7], dan [/dev/hda8]. Perhatikan kolom “Flags”, [dev/hda4] mempunyai nilai “boot”. Artinya partisi Windows (ntfs) ini juga akan diikutsertakan dalam pilihan saat komputer dinyalakan.

gparted

Anda juga perlu mengambil ruang kosong minimal 256 Megabyte untuk dijadikan filesystem swap. Swap bekerja sebagai pembantu memory (di Windows dinamakan pagefile). Kita harus membuatnya terpisah di sistem Linux. Caranya seperti tahapan membuat partisi di atas. Hanya saja kita pilih “Format to:” dengan memilih “swap”.

gparted

Setelah memiliki partisi dengan filesystem ext3 dan swap, kita bisa memulai proses instalasi.
Untuk memulainya, klik ganda icon “install” di layar desktop.
Berikutnya adalah jendela dialog “Welcome”, jika Anda menginginkan bahasa Indonesia pilihlah dari kolom sebelah kiri. Dengan demikian dialog dan setting selanjutnya akan diganti dengan bahasa kita. Lalu klik tombol “Maju” di bawah.

slamat datang

Sekarang muncul jendela tentang lokasi dan zona waktu kita, pilihlah Jakarta. Klik tombol “Maju”.
zona waktu

Di jendela berikutnya pilihlah lay-out keyboard “U.S English” sebagai standar internasional. Bila Anda menggunakan komputer Macintosh (iBook/Powerbook) yang prosesornya kompatibel (PowerPC G4 dan G5) maka pilihlah di “U.S English-Macintosh” di kolom kanan. Klik tombol “Maju”. Perhatian: Saya belum pernah mencoba instalasi Ubuntu di iBook/Powerbook, maka saya tidak bisa menjamin instalasi Ubuntu di iBook/Powerbook Anda.

layout keyboard

Kemudian kita akan menjumpai jendela dialog pilihan cara bagaimana kita akan mempartisi harddisk kita. Pilihlah cara Manual. Lalu klik “Maju”.

edit manual

Maka akan muncul jendela daftar partisi seperti screeshot di bawah ini. Saya menyorot (mengeklik) partisi [/dev/hda3] untuk diubah “mount poin”-nya dari posisi [/media/hda3] menjadi direktori root [/]. Proses “mounting” adalah proses pengaitan alat penyimpanan ke sistem. Apabila kita membuat “mount poin” berarti kita membuat semacam tanda agar nantinya partisi yang bersangkutan dikaitkan sesuai derajatnya di sistem. Direktori root [/] adalah direktori tertinggi dalam struktur manajemen file di Linux. Maka saya membuat salah satu partisi sebagai root [/]. Direktori root [/] mirip dengan direktori [C:] di Windows. Tetapi cara kerjanya jauh berbeda. Bila Anda ingin mengetahui beberapa perbedaan manajemen file antara Linux dan Window$. Cara untuk mengubah “mount poin” adalah dengan mengeklik tombol “Edit partisi”, lalu klik “Maju”.

ke8

Anda bisa mengubah “mount poin” menjadi root dengan memberinya tanda slash [/]. Biarkanlah baris di atasnya karena ukurannya sudah benar, dan jenis filesystem-nya sudah benar.

edit di kubuntu

Maka daftarnya akan berubah seperti di bawah ini. Saya memberi tanda cek (V) pada kolom format partisi yang bersangkutan karena sebelumnya ada Edubuntu di situ. Namun bagi Anda tidak usah memformat pun tidak apa-apa, karena Anda tidak memiliki sistem Linux apapun sebelumnya.

Sedangkan tabel “mount point” lainnya, seperti [/media/hda6], [/media/hda7], [/media/hda8], dan seterusnya … kita biarkan saja. Nanti secara otomatis di layar desktop akan terlihat partisi hda6, hda7, hda8, dan seterusnya telah terkait (ditampilkan). Pada jendela ini kita klik “Maju”.

tabel

Pada jendela berikutnya, kita bisa bermigrasi dari “Document and Setting” milik kita sebagai user di Window$. Silahkan pilih (tanda cek) dari akun user yang Anda perlukan. Lalu buatlah sebuah akun user di Ubuntu sebagai tempat migrasinya. Bila Anda tidak memilih satupun untuk dimigrasikan tidak apa-apa. Klik “Maju”.

migrasi

Pada tahap berikutnya Anda perlu mengisi nama user Anda di Ubuntu dan password-nya. Klik “Maju”.

akun user

Berikutnya akan muncul jendela ringkasan setting global yang tadi telah Anda lakukan. Klik “Install”.

ringkasan setting

Inilah proses puncaknya. Sistem Ubuntu disalin ke komputer Anda. Di komputer saya, proses loading ini memakan waktu sekitar dua puluh lima menit. Bila spesifikasi komputer Anda lebih rendah daripada milik saya, waktunya akan lebih lama. Bersabarlah sambil mengerjakan sesuatu yang berguna.

loading…

Jika telah selesai, kita akan diberi pilihan me-restart komputer kita atau meneruskan LiveCD. Mendingan restart aja dari sistem di harddisk. CD installer-nya akan dikeluarkan secara otomatis.

instal selesai

Instalasi di atas partisi Windows bisa Anda lakukan bila sudah ada sistem Windows di dalamnya. Bila belum ada harus menginstalasi Window$ terlebih dahulu. Karena sangat susah untuk menginstal Windows belakangan setelah ada partisi Linux, (saya belum tau caranya). Bila Window$ diinstall belakangan dengan cara biasa akan merusak partisi Linux. Saya pernah mengalaminya.

18 Responses to “Dual OS Windows dan Linux”

  1. cah^ayu said

    nah, ini nih yg gw tunggu-tunggu. secara gw bgt gitu tulisan ini coz cocok buat gw yang awam bgt di dunia per-linux-kan. sering-sering yah buat artikel buat newbie kyk gw

  2. mba_suhita said

    Terima kasih atas bagi2 CDnya. Kemaren saya dapat Ubuntu 7.10 dan atas petunjuk sampean berikut artikel disini, sekarang kompi saya sudah bisa windows dan linux.

    Ini dedikasih untuk Kabupaten PAsuruan apa semangat share knowledge linux? apa aja alasannya yang penting semangat terus…. pantang menyerah. dan terima kasih..

    Kapan-kapan lanjut lagi.

  3. R_Wahzone said

    cool bangetz mas, ok deh tak tunggu artikel berikutnya da ga sabar ne pngen terjun ke Ubuntu. Because Open Source Matter…..

  4. Chotimah said

    Terima kasih atas artikel Dual OS Windows dan Linux. ini sangat bermanfaat bagi saya. cuma bagaimana saya bisa mendaptkan CD Software LInux.

  5. waduh kayaknya kalau aku ga’ ketemu sama mbahnya ubuntu kurang puas nih.. soalnya aku masih bingung (sambil memegang kepala) tambah cenut cenut…. tapi tanks untuk dual botingnya

  6. wah wah wah… asyik banget ni baca tutorial ini. metode belajar yang menyenangkan. saya harus mempraktekan instalasi dua OS ni… wish me luck!
    salut buat pemilik blog ini :))))

  7. mba_suhita said

    Aku sudah install Ubuntu tapi masih tetap menggunakan Windows. singkatnya, aku sudah berhasil install dua OS. Masalahnya sekarang ketika booting komputer akan menunggu beberapa detik untuk menunggu opsi / pilihan kita mau menggunakan Windows atau Ubuntu dan jika dibiarkan maka OS yang dijalankan akan otomatis ke Ubuntu.
    Pertanyaannya, bagaimana langkah untuk seting agar Komputer saat booting dan dibiarkan beberapa detik, otomatis mengarah pada Windows?
    Makasih..

    Admin’s reply:
    1. masuk terminal shell, dan ketik:
    $ sudo bash
    ikuti dgn [enter] dan masukin passwod rootnya

    2. copy file menu.lst dgn cara:
    # cp /boot/grub/menu.lst /boot/grub/menu.lst.000
    ini gunanya buat jaga² klo terjadi erorr konfigurasi

    3. edit file menu.lst
    # gedit /boot/grub/menu.lst

    Cari baris ini:
    ....bla-bla. ....
    default 0
    ....bla-bla. ....

    Ganti angka 0 (nol) menjadi 1 (satu) contohnya klik disini

    4. simpan, close gedit, dan restart komputer dari shell:
    # reboot

    Beressss coy!!!

    Ganti default 0 dengan default 1 baris berikut:

    default X

    [Catatan]
    Anda harus mengganti X dengan angka, sesuai dengan urutan sistem operasi mana yang ada dalam berkas konfigurasi. Perhitungan dimulai dari 0. Sebagai contoh, jika Anda ingin default sistem operasi adalah yang ada dari baris pertama, ganti X dengan 0. Jika ingin default sistem operasi adalah yang berada di baris kedua, ganti X dengan 1, dan seterusnya.

  8. masQ said

    masalah selanjutnya…..

    ketika windows saya sering crash, tidak stabil, sehingga saya perlu install ulang… masalahnya gimana saya bisa install ulang windows tanpa merusak boot-nya, sehingga ubuntu saya masih tetap bisa berjalan dalam mode dual boot.

    tks…..

  9. nana said

    aaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnneeeeeeeeeeehhhhhhhhhhhhhhh

  10. agus salim said

    Bang, saya mau minta tolong banget,, terus terang ada satu masalah yang menurut saya sangat sulit. bagai mana caranya OS Windows bisa ambil data yang ada pada program linux??? kayak kita mau ambil data atau lagu2 atau film yang ada pada linux??

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    • admin said

      gampang aja mas klo mo buat file server pake samba. caranya banyak ditemukan di google > misal keyword: membuat file server dengan samba
      atau bisa klik disini.

  11. agus salim said

    Bang, saya mau minta tolong banget,, terus terang ada satu masalah yang menurut saya sangat sulit. bagai mana caranya OS Windows bisa ambil data yang ada pada program linux??? kayak kita mau ambil data atau lagu2 atau film yang ada pada linux??

    soalnya saya kan punya warnet menggunakan LTSP milik ubuntu, kemudian saya ingin coba bagi, 2 untuk linuk, 2 untuk windows,. kesulitan saya pada windows tidak bisa ambil data di server linux, gitu mas. kira2 mas bisa bantu saya ndak untuk nyelesein masalh ini
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

    Jawab:
    Berbagi data/file antara linux dan Windows kan bisa pake Samba mas. cara install dan konfigurasinya bisa mas cari diweb ini pada kolom search > pojok kanan atas > keyword: samba

  12. mady said

    Bro,aq lg nyari cd opensuse 11.1 64-bit d tmpt u/pasuruan ada pa g bro, soalx ane psruan jg nih bro. Kalo bs via imel aja.

    Matur nuwun

  13. wisnu said

    instal saja linux dulu baru windows xp tapi naruhnya windows xp di drive selain yang untuk linux gitu saja koq repot…🙂

  14. tiyo said

    saya udah pake dua os .ubuntu ama xp.tapi waktu pilih bootingnya kok kernel linuxnya ada dua?trim jawabanya

  15. mantabzh
    salam kenal semua
    q lebih suka kalau pembahasan tentang os
    apalagi memodifikasinya, weh tambah seruuuuuu
    q ingin memodifikasi ubuntu
    tapi caranya gimana?
    mohon bantuannya

  16. cie bunny said

    kakak gambarnx ilank tuh :’|

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: