unOfficial KPLI Pasuruan

Klo ada yg Gratisan– Ngapain mesti bayarrr…

SAATNYA MIGRASI KE LINUX DAN OPENSOURCE

Posted by admin on April 5, 2008

Siapa bilang Linux itu sulit?

Versi 2007 saja tampilan linux sudah diatas vista dengan 3D-Desktopnya yang menawan, OpenOffice di linux sudah setara dengan Microsoft Office 2007, Sistemnya Aman, Bebas dari virus, paling up-to-date, gratis, legal, boleh kita copy sebanyak mungkin dan boleh juga kita kembangkan sendiri hingga sedemikian rupa sesuai dengan kreatifitas kita masing-masing.

Linux itu peka jaman:

Linux itu memiliki feature dan falitas melebihi sistem operasi komersial (Microsoft Windows), Sangat mudah untuk digunakan oleh siapapun karena Linux itu sangat user friendly.
dalam kurun waktu ke depan 1-2 tahun ini pengguna/user Windows akan tersedot ke lingkungan Linux. Dalam tahun 2008 dengan terpaksa para pengguna yg tergantung pada Microsoft mau tak mau, suka atau benci harus beralih dan pindah ke Linux karena Pemerintah Indonesia dalam tahun 2008 mencanangkan IGOS (Indonesia Go Open Source) dimana seluruh pengguna komputer indonesia yang bergantung pada MS-Windows baik sektor pemerintahan, pendidikan, perusahaan negara maupun swasta beralih/migrasi ke Linux.

Prospek Penggunaan OS Linux vs Windows:

Windows vs Linux dibangun dengan tujuan dan fungsi yang sama yaitu sebagai kernel sistem operasi. Bedanya terletak pada lisensi dan latar belakang yang sangat mendasar. dimana, Linux yang Gratis dan bebas Lisensi (GPL) sedangkan Windows yang lisensi berbayar atau komersil akan membuat orang berbondong-bondong untuk memilih Linux terutama pebisnis perusahaan agar keuntungannya tidak habis hanya karena harus membeli sistem operasi Windows.

Tingkatan Linux vs Windows:

Linux mempunyai level lebih tinggi daripada windows terbukti Linux bisa membaca dan menulis di partisi Windows, sedangkan Windows tidak bisa melakukan hal serupa terhadap linux.

Baca Juga >> Sistem Operasi Nomer 1 Di Dunia…

Posted in Berita, Tips n Trik | Leave a Comment »

“Mengunci” desktop Ubuntu dengan Pessulus

Posted by admin on April 2, 2008

Pessulus adalah aplikasi untuk mengunci desktop Gnome.

Instal Pessulus dari terminal: sudo apt-get instal pessulus
Untuk menjalankannya, ketik di terminal: pessulus

Yang penting buat saya adalah mengunci panel / tool bar (kadang2 tidak sengaja tergeser).


Sekian dulu.

Sumber : SeputarLinux

Posted in Aplikasi, Desktop | 1 Comment »

Script bekudancair mirip deep-freeze buatan sendiri di Ubuntu

Posted by admin on April 2, 2008

Script bekudancair versi 0.1 (ALPHA)
Lisensi scrip ini adalah berdasarkan GPLScript ini hanya saya test di UBUNTU 7.04 Feisty Fawn, walaupun tidak menutup kemungkinan bisa di install di distro yang lainnya. silahkan download disini

KETERANGAN DAN CARA INSTALASI
ada 2 file script yaitu :
1. bekukan.sh
digunakan untuk membekukan desktop mirip dengan deepfreeze, user yang mengutak-atik icon, setting desktop, walpaper dll akan kembali seperti semula jika direstart, scrip ini sangat membantu jika digunakan diwarnet, sehingga jika user mengutak-atik tampilan desktop akan kembali seperti semula.

PERHATIAN untuk admin :
jika akan menginstall program dengan mode sudo (mode admin), maka cairkan dulu desktopnya dengan scrip cair.sh

cara instalasi :
extract file bekukan.sh ( disarankan di home directory )
pada terminal ketik ./bekukan.sh
tunggu sampai ada pesan script telah selesai dijalankan.

2. cair.sh
Digunakan untuk mengembalikan apa yang dilakukan oleh bekukan.sh, jika script ini dijalankan, maka perubahan desktop akan bisa dilakukan, cair.sh ini secara otomatis meminta password, oleh karena itu tidak bisa dijalankan oleh user biasa.
cara menjalankan :
extract file cair.sh (disarankan di home directory )
pada terminal ketik ./cair.sh
tunggu sampai script selesai dijalankan.

DISCLAIMER : saya melakukan testing script ini pada komputer yang terinstalasi dengan os ubuntu 7.04 saja, dengan segala konfigurasi yaitu mulai dari install bersih dan sudah terisntall program-program lainnya. Scrip ini sudah saya test selama satu bulan dan masih berjalan dengan baik.
SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB JIKA PROGRAM INI MEMBUAT SISTEM ANDA ERROR, RUSAK ATAU MELEDAK :), DAN ANDA TIDAK BISA MENERUSKANNYA KEPENGADILAN KARENA KEJADIAN ITU, walaupun hal tersebut kecil kemungkinannya :), karena saya hanya menjalankan perintah rsync.

Untuk feedback dan masukan, kirim email ke saya neimasilk@yahoo.com

Update :

Setelah mendapat banyak masukan, ada beberapa masalah di bekudancair ini. disini akan saya tuliskan faq masalah yang ada dan cara penyelesaiannya. Saat ini saya sedang menyempurnakan script ini, agar lebih sempurnya di rilis berikutnya :

1. Jika automatic login dienable-kan ada pesan errornya,

sebab : ketidak sinkronan proses, masalah masih saya cari penyelesaiannya,

solusi : disablekan automatic login dan enablekan timed login dengan waktu 10 detik

2. Proses backup (bekukan.sh) memakan space hardisk yang besar

sebab : home directory berisi data yang besar, karena bekudancair ini saya desain untuk warnet, jadi asumsi saya tidak ada data yang besar berada di directory home,

solusi : sementara solusinya adalah jangan menyimpan data di directory user yang akan dibekukan, tetapi didirectory lainnya, dengan memberikan hak akses untuk user tersebut.

3. Uninstall program,

Langkah uninstall :

– jalankan cair.sh

– diterminal ketik : sudo rm -r /home/.beku

Terimakasih atas masukan-masukan dari rekan-rekan penguji, mohon maaf jika programnya tidak sesuai, jika ada saran dan kritik, silahkan imel saya, semoga program ini membantu

Source: Warnet Ubuntu

Posted in Aplikasi, Desktop, Development | 1 Comment »

Bikin Sendiri DeepFreeze di Linux

Posted by admin on April 2, 2008

Sebelumnya penulis perkenalkan dulu apa itu DeepFreeze. DeepFreeze adalah sebuah program pengobat keputusasaan mengatasi virus dan perubahan yang tidak diinginkan di sebuah sistem operasi bernama Windows. DeepFreeze membuat windows akan kembali seperti keadaan semula ketika perubahan tidak diinginkan terjadi, seperti ulah virus, worm, script jahat, cache browser, ketidaksengajaan menghapus, percobaan memformat di MS Windows, maka cukup dengan mereset windows akan kembali seperti keadaan terbaik yang pernah dipilih. DeepFreeze banyak digunakan untuk komputer-komputer perusahaan yang fungsi komputernya hanyalah sebagai penampil saja, warnet-warnet, dan komputer-komputer lembaga pendidikan seperti kursus dan lab-lab sekolah.

Sayangnya kebanyakan DeepFreeze yang dipakai adalah software ilegal tentunya karena tidak mematuhi lisensi yang menyertai software tersebut. Sebagai orang yang ingin untuk tidak menggunakan software ilegal, banyak dari kita yang beralih ke system operasi lain yang berbasi *nix seperti GNU/Linux dan *BSD.

Tapi sampai saat ini penulis belum menemukan DeepFreeze untuk sistem operasi kesayangan kita itu. Tapi jangan putus asa dulu, ternyata untuk membuat Linux kita bisa seperti menggunakan DeepFreeze tidaklah terlalu sulit. Dengan memanfaatkan tool yang sudah ada di hampir semua distribusi Linux maupun BSD penulis berhasil memikirkannya.

Langsung saja penulis paparkan disini. Tool yang dibutuhkan :

  1. Zip dan unzip atau tar dan atau gzip atau bzip2. Biasanya sudah termasuk toollainnya yang dibutuhkan. (penulis memilih tar dan gzip).
  2. bash atau sh.
  3. editor vi atau pico atau editor text yang anda sukai(penulis pakai jpico/pico).
  4. hak akses root.

Seperti aturan yang umum, kita tidak akan menggunakan akun root untuk bekerja sehari-hari apalagi hanya untuk user biasa, tentu kita akan memberikan hak akses system user biasa pula untuk si user biasa di sistem kita.

Sebagai contoh saja penulis memberikan hak user biasa untuk terminal-terminal (kebetulan LTSP) di warnet penulis. Terminal satu memiliki home di /home/ws01 dan user memang sudah tahu kalau di terminal tidak bisa digunakan untuk menyimpan file karen DeepFreeze yang dulu.

Atur konfigurasi sampai anda merasa tidak ada lagi yang tertinggal, seperti konfigurasi proxy browser kalau ada, favorite list channel di x-chat (tidak ada memang, tapi bisa bikin sendiri), icon-icon yang memudahkan di desktop seperti icon Floppy dan icon link ke folder dimana bebas untuk menyimpan, wallpaper, screensaver, panel, style, window, seeting sound, mp3 list di xmms, dan lain lain.

Setelah anda yakin tidak ada lagi yang tertinggal, logout dan login sebagai root dan masuk ke /home, kemudian lakukan:

tar -cvf ws01.tar ws01
gzip ws01.tar

Nah tersimpan dan terkompres sudah direktori /home untuk ws01 dengan lokasi /home/ws01.tar.gz. Selanjutnya tinggal tambahkan baris ini di script autorun anda biasanya di /etc/rc.local atau di /etc/init.d/local atau dimana lah tempat file yang fungsinya sama dengan yang penulis sebutkan tadi.

cd /home;rm-rf ws01;tar -zxvf ws01.tar.gz

Selesai. Mudah dan sederhana bukan?

Ini sudah penulis test untuk di mandrake dan distro lain. karena tar tidak mengganti user dan group kepemilikan file di dalam kompresinya sehingga langsung akan kembali seperti semula.

Selamat mencoba!

oleh:  febdian.net

Posted in Aplikasi, Desktop, Development | 2 Comments »

Beberapa Aplikasi di Linux yg Powerfull Pengganti Windows

Posted by admin on March 29, 2008

Beberapa aplikasi yang sering saya gunakan ketika bekerja di lingkungan system operasi Linux antara lain:
1. Aplikasi Perkantoran (office suite)
OpenOffice : pengganti microsoft office

2. Internet
Mozilla Firefox : browser pengganti internet explorer
Xchat : chatting irc client pengganti mirc
Pidgin: instant messenger pengganti yahoo-messenger
Filezilla: FTP Client pengganti cute-ftp atau ws-ftp
Aria: Download manager pengganti IDM (internet download manager)

3. Design Grafik, Animasi dan Desktop Publishing
Gimp: pengganti adobe Photo-Shop
Inkscape: pengganti corell draw
Scribus: pengganti adobe page maker
Qflash: pengganti macromedia flash
Blender: pengganti 3D-Max

4. Web Design
NVU : pengganti macromedia dream weaver dan front page
Lifrea : RSS feed reader
Screem : HTML Editor
GPHPEdit – PHP Editor
Joomla: cms portal yg top banget
Wordpress.org: cms buat blog yg mantabbb

5. Multimedia Editor
Kino: Flick editor ( Seperti Adobe Premier di windows )
Audacity: Sound editor
Avidemux : Avi (divx /xvid) editor
Istanbul : Live screen capture (used to capture current screencast)

6. Multimedia Player
mplayer: pemutar film
XMMS: pemutar mp3 pengganti winamp
EasyTag – MP3 Tag Editor

7. CD/DVD Burner / Backup
Brasero: pengganti Nero Burner yg under Gnome
K3B: pengganti Nero Burner yg under KDE

8 Emulator / Virtual PC
QEMU & Kqemu Accelerator – Emulation  ( Seperti VMWare di windows )

Dan lain-lain, masiiih banyak lagiiie coz tanganku dah capek neeh nulisnya 😀 kapan² kita lanjut OK!!!

Posted in Berita | 2 Comments »

Bakar CD/DVD Dengan Brasero di Ubuntu

Posted by admin on March 26, 2008

Untuk anda yang telah lelah mencari aplikasi burning CD/DVD dengan kemampuan:

  • Mampu memburn musik, data, image
  • Menghapus CD/DVD RW
  • Integrity Checksum
  • Less Dependencies (di GNOME)
  • Suport Multi-Session
  • Terintegrasi baik dengan GNOME anda (daripada K3B yang powerfull tapi tidak “manis” di GNOME)

Brasero telah muncul dari kawah candradimuka-nya dan kini tersedia di repository Ubuntu Gutsy. (OOT: mungkin ada juga di repo feisty/edgy, cuma aku lompat jauh dari dapper – gutsy).

Sebenarnya di Repo juga ada K3B (dengan dukungan media+fitur lebih wah), gnomebaker, gcd, dan lainnya. Tetapi setelah melihat tampilan dan unjuk kerjanya yang tidak mengecewakan, jadilah Brasero default burning apps-ku menggantikan ekstensi burning nautilus.

Menggunakan Brasero
Pada tutorial kali ini kita akan membuat data cd. Saya akan memburn sejumlah file-file koleksi mp3 saya agar dapat diputar di player manapun yang bisa menerima CD dan mengerti MP3. mari kita mulai:

  1. Jalankan Brasero melalui menu Applications >> Sound and Video >> Brasero Disc Burning Application
  2. Ditampilan awal, Brasero memberikan empat jalan pintas untuk anda (lihat screenshoot 1):
    • Audio Project.
      Gunakan ini untuk membuat CD/DVD dengan format audio (CDDA, not MP3) dari koleksi musik anda (mp3, ogg, dll – selama ada codec-nya!)
    • Data Project.
      Gunakan ini untuk memburn file apa saja sebagai data biasa, tanpa melakukan perubahan apapun.
    • Copy Disc.
      Gunakan ini jika anda ingin membuat copy CD/DVD ke CD/DVD (identik) atau ke hardisk, sebagai file image (ISO).
    • Burn Image.
      Pilih ini untuk memburn file image (ISO) ke CD/DVD.
  3. Selain melalui tampilan awal, anda bisa mengakses menu ini melalui menu Project >> New Project.
  4. Mengedit Isi CD/DVD.
    Setelah anda memilih Data Project, anda akan mendapatkan jendela di bawah iniJendela terbagi menjadi dua bagian. Bagian Project, tempat anda menampung file/direktori yang akan di burn dengan barometer kapasitas media dibawahnya.
    Seperti file manager, anda bisa,

    • Membuat direktori baru, klik ikon new directory
    • Menghapus direktori/file, klik kanan >> remove
    • Memindah file/direktori, select >> drag dan paste ke tujuan
    • Mengganti nama, klik kanan >> rename
    • Dan sebagainya. Anda hanya perlu klik kanan, dan pilihan yang tersedia akan muncul.
  5. Jendela kedua, adalah jendela file manager/browser. Tampilannya identik dengan nautilus dengan task/side pane-nya. Jika anda akan menambahkan direktori/file, select file/direktori yang anda inginkan lalu klik tanda plus (+) di task/menu bar.

  6. Melanjutkan Session.
    Jika media yang anda gunakan memiliki session sebelumnya (belum di fixating), anda bisa melanjutkan menulis dengan memilih import session. Klik ikon import session
  7. Membakar CD/DVD.
    Jadi, anda sudah siap membakar? mari klik tombol burn, disamping barometer kapasitas.
  8. Dijendela berikutnya, anda bisa:
    • Memilih pembakar yang akan digunakan, CD/DVD writer atau Image. Pilih Image untuk membuat file iso.
    • Mengganti nama disc dengan nama pilihan anda sendiri.
    • Membuat/memulai multisession (jika belum ada)

    Jika sudah membuat perubahan final, silahkan mengklik tombol Burn. Anda perlu menunggu sekitar 10 menit dan CD anda telah siap digunakan.

Posted in Aplikasi, Desktop | 2 Comments »

Installasi squid + delay pools di Ubuntu 6.10

Posted by admin on March 25, 2008

Setelah postingan saya tentang Error installing squid!!!, akhirnya saya sudah bisa menginstall 2.6.STABLE.12 dari source. Setelah saya cari2 masalahnya.. ternyata saya blom menginstal g++ (g++-4.1 libc6-dev libstdc++6-4.1-dev linux-libc-dev), terima kasih kk google, setelah saya install package tersebut.. dengan mudahnya saya “./configure” si squid emoticon. Jadi klo teman2 menemukan masalah seperti postingan saya ttg Error installing squid!!!, coba aja dulu install package g++. Siapa tau bisa.. Temen dari forum linux, dia menyarankan menginstall libc6-dev. Di coba saja, soalnya kan masih 1 package dari g++.

ghoz@ghoz-desktop:~$ sudo apt-get install g++

 

Pada postingan saya terdahulu tentang Installasi squid di Fedora Core 6 kan tidak ada tentang delay polls dan tuning squid, nah sekarang ini pada penginstall squid di Ubuntu box, saya akan mencoba menggunakan delay polls.

Pada penginstallan squid di Ubuntu box akan sedikit berbeda, kenapa berbeda..??! karena secara default root di Ubuntu tidak diaktifkan dan kita tidak menggunakan root utk penginstallannya. Sekarang akan kita mulai untuk penginstall squid (2.6.STABLE.12) di Ubuntu box Qu.. D . Sebenernya cara2nya tidak jauh berbeda dengan penginstallan squid di Fedora Core 6 saya. Topologi masih sama kya yang dulu, neh dia topologinya :
Clik here to see the real size

Saya meletakkan squid saya di folder /home/ghoz/ . Tp biasanya seh temen2 yang lain meletakkan squidnya itu di /usr/local. Saya meletakkan squid di folder /home/ghoz cmn iseng2 aja koq D (soalnya kan dipake buat sendiri doang).

ghoz@ghoz-desktop:~$ pwd
/home/ghoz
ghoz@ghoz-desktop:~$ wget http://www.squid-cache.org/Versions/v2/2.6/squid-2.6.STABLE12.tar.gz
ghoz@ghoz-desktop:~$ tar -zxvf squid-2.6.STABLE12.tar.gz
ghoz@ghoz-desktop:~$ cd squid-2.6.STABLE12/
ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ pwd

/home/ghoz/squid-2.6.STABLE12

Membuat user untuk menjalankan squid, jadi tidak perlu root untuk menjalankan squid lalu tidak usah memberikan shell kepada usernya.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo useradd -d /usr/local/squid/ -r -s /dev/null squid > /dev/null 2>&1

Sekarang kita meng-configure squid kita.. agar menjadi seperti yang kita mau.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ ./configure –prefix=/home/ghoz/squid-2.6.STABLE12 \
–exec-prefix=/home/ghoz/squid-2.6.STABLE12 –enable-gnuregex \
–enable-icmp –enable-snmp \
–enable-delay-pools –enable-cache-diggest \
–enable-removal-policies=heap –enable-default-err-languages=English \
–enable-err-languages=English –enable-async-io=24 \
–with-aufs-threads=24 –with-pthreads
–with-aio –with-dl \
–enable-storeio=aufs,diskd –enable-epoll \
–enable-kill-parent-hack –disable-ident-lookups \
–disable-wccp –disable-wccpv2 \
–enable-htcp

Keterangan :
– “prefix” dan “exec-prefix” diatas harap di samakan dimana teman2 meletakkan squidnya.
– Klo temen2 ingin tau keterangan dari optional packages di atas ini, temen2 bisa baca di Installasi squid di Fedora Core 6 dan membuka helpnya untuk penjelasan lebih lengkapnya.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ ./configure –help

Sekarang kita membuat binary dari si squid

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ make
ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo make install

Nah, sekarang ini saatnya konfigurasi squid.conf nya.. Ayooo kita konfig squid kita agar menjadi hebat kuat dan bertenaga.. (lah, kya minuman extra joss). hehehe..

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo nano /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/etc/squid.conf

Ini isi squid.conf yang telah saya tambahkan dan sisanya adalah default.

http_port 3128
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?# LOGFILE PATHNAMES AND CACHE DIRECTORIES
# —————————————————————————–
cache_dir diskd /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/cache 1000 8 256 # << Sesuaikan dengan kebutuhan anda
access_log /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/logs/access.log squid
cache_log /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/logs/cache.log
log_fqdn off
buffered_logs off

# OPTIONS FOR TUNING THE CACHE
# —————————————————————————–
refresh_pattern /.gif        4320    50%    43200
refresh_pattern    /.jpg        4320    50%    43200
refresh_pattern /.jpeg          4320    50%     43200
refresh_pattern /.png           4320    50%     43200
refresh_pattern ^http://www.friendster.com/.*   720     100%    10080
refresh_pattern ^http://mail.yahoo.com/.*       720     100%    10080
refresh_pattern ^http://*.yahoo.*/.*            720     100%    7200
refresh_pattern ^http://*.google.com/.*         720     100%    10080
refresh_pattern ^http://www.telkomspeedy.com/.* 720     100%    28800
refresh_pattern ^http://*.blogsome.com/.*       720     80%     10080
refresh_pattern ^http://*.wordpress.com/.*      720     80%     10080
refresh-pattern ^http://detik.com/.*            720     90%     2880
refresh_pattern ^ftp:           14400   90%     43200   reload-into-ims
refresh_pattern ^gopher:        1440    0%      1440
refresh_pattern .               0       20%     4320    reload-into-ims

quick_abort_min 0 KB
quick_abort_max 0 KB
quick_abort_pct 95

# ACCESS CONTROLS
# —————————————————————————–
acl my_network src 192.168.1.0/24
acl SSL_ports port 443 563
#acl Safe_ports port 280                # http-mgmt
acl Safe_ports port 443 563             # https
#acl Safe_ports port 488                # gss-http
#acl Safe_ports port 591                # filemaker
#acl Safe_ports port 777                # multiling http
http_access allow manager localhost my_network
http_access allow my_network

acl download url_regex -i \.mp3
acl download url_regex -i \.3gp
acl download url_regex -i \.avi
acl download url_regex -i \.mpg
acl download url_regex -i \.mpeg
acl download url_regex -i \.wav
acl download url_regex -i \.flv
acl download url_regex -i \.swf

# DELAY POOL PARAMETERS (all require DELAY_POOLS compilation option)
# —————————————————————————–
delay_pools 2
delay_class 1 3
delay_parameters 1 -1/-1 -1/-1 8000/8000
delay_access 1 allow my_network download
delay_access 1 deny all
delay_class 2 2
delay_parameters 2 -1/-1 -1/-1
delay_access 2 allow my_network
delay_access 2 deny all

# ADMINISTRATIVE PARAMETERS
# —————————————————————————–
cache_effective_user squid

# MISCELLANEOUS
# —————————————————————————–
logfile_rotate 5
reload_into_ims on
store_dir_select_algorithm round-robin

# ADMINISTRATIVE PARAMETERS
# —————————————————————————–
cache_mgr youremail@host.com
visible_hostname localhost

Pada bagian delay pools tersebut saya mempunyai rules sebagai berikut:
– Saya membuat 2 buah delay pools.
– pools kategori 2 (delay_class 2 2) untuk mendefinisikan overall bandwidth yang akan didapat.
– pools kategori 3 (delay_class 1 3) untuk mendifinisikan aturan tambahan bila user ingin men-download file-file yang telah di definisikan di access list (ACL) dengan bandwidth maksimal 64Kbits/sec or 8Kbyte/sec.

Maklumlah saya kan pake ADSL di rumah, trus yang pake internet cmn saya ma temen2 saya… jadinya rules tersebut emang cocok ama kebutuhan saya saat ini. Tapi, utk temen2 yang mempunyai networks yang banyak, rule departement yang banyak.. nah, disesuaikan saja yah. temen2 bisa membaca tentang delay pools disini : Manajemen Bandwidth Di Squid Menggunakan Delay Pools dan Penjelasan ttg Delay Pools. Saya juga membaca ttg Delay Pools dari website tersebut. Ayooo.. Kita lanjutin konfigurasinya squidnya..!!!

Memberikan hak pada user squid untuk menjalankan prosesnya, dan memberikan hak terhadap folder squid (/home/ghoz/squid-2.6.STABLE12)

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo chown -R squid:squid /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/

Kita mengaktifkan terlebih dahulu cache kita.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/sbin/squid -z

Jika muncul pesan error, pahamilah terlebih dahulu dari message yang ditampilkan. Apabila message yang ditampilkan ketika pembuatan cache kita error.. periksalah owner dan permission dari folder tersebut (home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/cache or /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/logs), dan periksa juga apakah ada folder cache di dalam home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/. Biasanya kita menggunakan command dibawah ini untuk mengatasi masalah tersebut.

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo chmod 777 /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/var/logs

Disini saya menjalankan squid tanpa DNS test, check swap yg telah kita create dan No daemon (proses tidak jalan di belakang layar)

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/sbin/squid -SND
ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ /home/ghoz/squid-2.6.STABLE12/sbin/squid start

Saatnya kita lihat apakah prosesnya sudah jalan??

ghoz@ghoz-desktop:~/squid-2.6.STABLE12$ sudo netstat -pln | grep squid

Bila tampilan ada yang percis2 seperti dibawah ini, berarti squid telah berjalan.
tcp        0      0 0.0.0.0:8080            0.0.0.0:*               LISTEN     18047/(squid)
udp        0      0 0.0.0.0:3130            0.0.0.0:*                          18047/(squid)
udp        0      0 0.0.0.0:3401            0.0.0.0:*                          18047/(squid)
udp        0      0 0.0.0.0:4827            0.0.0.0:*                          18047/(squid)
udp        0      0 0.0.0.0:32992           0.0.0.0:*                          18047/(squid)

Kalau squid kita sudah jalan.. bukalah browser teman2.. dan masukkan IP beserta port dari squid yang telah kita konfigur sebelumnya. Klo sudah, coba browsing.. bila pagenya terbuka, maka squid kita telah berjalan dengan baik.

Akhirnya selesai juga pembuatan transparent proxy kali ini. Hihihi… Klo ada tambahan atau kekurangan di dalamnya.. Harap langsung di tanggapi saja yah lewat comments.

Best Regards,

Your friend

Posted in Networking | 1 Comment »

Installasi Squid di Fedora Core 6

Posted by admin on March 25, 2008

note :
Saya membuat tutorial baru tentang squid di ubuntu + delay pools. silahkan liat di potingan saya ttg Instalasi squid + delay pools di Ubuntu 6.10.Waduh… Hari ini saya lagi seneng neh, soalnya tadi iseng2 install squid eh alhamdulillah berhasil D . Saya menginstall squid dengan topologi seperti ini :

Disini saya akan coba menjelaskan bgmn cara menginstall dan meng-configure Squid sebagai Transparent Proxy. Squid sangat membutuhkan memory yang cukup besar. Maksud saya disini adalah semakin besar memory yg kita punya makin baik.. bukan berarti bila kita mempunyai memory yg kecil tidak bisa melakukan penginstallan Squid, hanya performance dari squid kita akan melambat saja.
O iya, ini pengalaman pertama saya install squid, jadinya klo ada kekurangan2 yg signifikan dan kurang komplit langsung di kritik aja yak D
Ayolah kita mulai penginstallan Squid di OS Fedora Core 6. Saya menggunakan squid-2.6.STABLE6 (sekarang sudah ada yang STABLE9) pada penginstallan kali ini. Bila anda masih merasa kurang jelas dari penjelasan saya di bawah ini, anda bisa membaca ttg Squid FAQ.

Saya meletakkan squid saya di folder /usr/local/

[root@ghoz local]#tar -zxvf squid-2.6.STABLE6.tar.gz
[root@ghoz local]#mv squid-2.6.STABLE6 squid
==> Rename squid-2.6.STABLE6 menjadi squid

Membuat user untuk menjalankan squid, jadi tidak perlu root untuk menjalankan squid lalu tidak usah memberikan shell kepada usernya.

[root@ghoz local]#useradd -d /usr/local/squid/ -r -s /dev/null squid > /dev/null 2>&1

Sekarang saatnya kita meng-compile Squid.

[root@ghoz squid]#./configure \
–prefix=/usr/local/squid –enable-delay-pools \
–exec-prefix=/usr/local/squid –enable-cache-diggests \
–enable-poll –disable-ident-lookups –disable-wccp \
–enable-snmp –enable-gnuregex \
–enable-default-err-languages=English \
–enable-err-languages=English \ –enable-removal-policies=heap \
–enable-storeio=aufs,diskd –enable-async-io=24 \
–enable-aufs-threads=24 –enable-linux-filter \
–enable-kill-parent-hack

Keterangan :
–enable-gnuregex : ketika sistem tidak mempunyai “regular expression” atau yg paling biasa kita kenal adalah “regex”, squid secara otomatis akan langsung menggunakan GNU Library.
–enable-kill-parent-hack : Ketika squid crash.. dan squid akan restart dengan sendirinya.
–enable-removal-policies=heap : Berguna untuk replacement cache yang telah disimpan, dengan menggunakan heap.. berarti kita dapat menggunakan algoritma LFUDA dan GDSF
–enable-storeio=diskd,ufs : sangat berguna sekali, kecepatan utamanya.
–disable-wccp : Berguna ketika kita menggunakan cisco
–enable-linux-filter : Digunakan untuk membuat transparent proxy
–disable-ident-lookups: mengurasi dos
–enable-auth=basic \
–enable-basic-auth-helpers=NCSA / Berguna ketika squid kita menggunakan atuhentication user
Untuk lebih lengkapnya bisa melihat di helpnya : [root@ghoz squid]#./configure -h

[root@ghoz squid]#make all
[root@ghoz squid]#make install

Sekarang kita akan masuk ke konfigurasi squid.conf

[root@ghoz squid]#vi /usr/local/squid/etc/squid.conf

Ini adalah tambahan2 yang saya letakkan di squid.conf (sisanya default): http_port 3128
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
cache deny QUERY
cache_mem 128 MB
cache_swap_low 98
cache_swap_high 99
maximum_object_size 64 MB
minimum_object_size 0 KB
maximum_object_size_in_memory 32 KB
ipcache_size 2048
ipcache_low 98
ipcache_high 99
cache_replacement_policy heap LFUDA
memory_replacement_policy heap GDSF
cache_dir aufs /usr/local/squid/var/cache 10000 23 256
access_log /usr/local/squid/var/logs/access.log squid
cache_log /usr/local/squid/var/logs/cache.log
cache_store_log /usr/local/squid/var/logs/store.log
log_fqdn off
cache_effective_user squid
acl user src 192.168.1.0/255.255.255.0
http_access allow user

Bila sudah anda tambahkan semuanya.. sekarang saatnya menjalankan squid kita:

Kita mengaktifkan terlebih dahulu cache kita.

[root@ghoz squid]#/usr/local/squid/sbin/squid -z

Jika muncul pesan error, pahamilah terlebih dahulu dari message yang ditampilkan. Apabila message yang ditampilkan ketika pembuatan cache kita error.. periksalah owner dan permission dari folder tersebut (/usr/local/squid/var/cache or /usr/local/squid/var/logs), dan periksa juga apakah ada folder cache di dalam /usr/local/squid/var/. Biasanya kita menggunakan command dibawah ini untuk mengatasi masalah tersebut.

[root@ghoz squid]#chmod 777 /usr/local/squid/var/logs

Memberikan hak pada user squid untuk menjalankan prosesnya, dan memberikan hak terhadap folder squid (/usr/loca/squid/)

[root@ghoz squid]#chown -R squid:squid /usr/local/squid/

Disini saya menjalankan squid tanpa DNS test, check swap yg telah kita create dan No daemon (proses tidak jalan di belakang layar)

[root@ghoz squid]#/usr/local/squid/sbin/squid -SDN

Bila sudah, saatnya kita lihat apakah prosesnya sudah jalan??

[root@ghoz squid]#netstat -pln | grep squid

atau

[root@ghoz squid]#ps -aux | grep squid

tcp 0 0 0.0.0.0:3128 0.0.0.0:* LISTEN 2953/(squid)
udp 0 0 0.0.0.0:32805 0.0.0.0:* 2953/(squid)
udp 0 0 0.0.0.0:3130 0.0.0.0:* 2953/(squid)
udp 0 0 0.0.0.0:3401 0.0.0.0:* 2953/(squid) Klo waktu menggunakan perintah netstat keluar seperti diatas ini.. berarti squid telah berjalan… Bila menggunakan perintah ps -aux anda akan mendapatkan tampilan seperti di bawah ini.. dan tandanya squid anda juga sudah berjalan dengan mulus!!! Sekarang saatnya membuat iptablesnya utk redirect ke port 3128.
root 2951 0.0 0.1 4132 588 ? Ss 17:16 0:00 /usr/local/squid/sbin/squid -SDN

[root@ghoz squid]#echo “1” > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
[root@ghoz squid]#iptables -F -t nat
[root@ghoz squid]#iptables -A PREROUTING -p tcp –dport 80 -j REDIRECT –to-port 3128

Klo iptables telah diterapkan.. buka browser anda dan masukkan IP address si proxy beserta port yang telah kita assignkan untuk port proxy.
Utk Firefox : Tools -> Options -> Advanced -> Network -> Settings
Utk IE : Tools -> Internet options -> Connection -> Lan settings -> “Centangin” Proxy server
Utk Mozzila : Edit -> Preferences -> Advanced -> ProxyAkhirnya selesai juga pembuatan transparent proxy kali ini. Hihihi… Klo ada tambahan atau kekurangan di dalamnya.. Harap langsung di tanggapi saja yah lewat comments.

Best Regards,

Your friend

Posted in Networking | 4 Comments »

Redirect Squid Proxy Server Linux dengan SquidGuard

Posted by admin on March 24, 2008

Saya baru teringat tulisan pertama saya tentang proxy server Linux menggunakan Squid. Kali ini saya ingin melanjutkannya dengan menuliskan pengalaman saya membuat proxy server yang berfungsi untuk: membatasi akses internet ke alamat tertentu menggunakan program redirect squidguard dan database-nya yang menampung jutaan situs dalam berbagai kategori. Sampai tulisan ini saya buat, datatabase-nya memiliki puluhan kategori. yang sangat bagus jika diterapkan di tempat saya, yang merupakan lembaga pendidikan. Panduan instalasi dan konfigurasinya secara lengkap dapat ditemukan di situs resmi squidGuard. Kenapa saya membuat hal ini? Permasalahan bahwa situs yang terdaftar dalam blacklist manual sangatlah terbatas, dan saya melihat ada program open source yang sangat bagus dan biasanya disandingkan dengan squid, so saya mencobanya… Dan ternyata setelah berhasil, rasanya terasa nyaman dan menyenangkan. squidGuard sudah membantu pekerjaan saya. hehe…

Langkah-langkah yang saya lakukan adalah:

  1. Download dan instalasikan squidGuard pada sistem
  2. Download database squidGuard
  3. Membuat file konfigurasi untuk squidGuard di /etc/squid/squidGuard.conf
  4. Instal database squidGuard
  5. Menambahkan redirect squidGuard dalam konfigurasi proxy di /etc/squid/squid.conf
  6. Membuat script untuk memudahkan saya menjalankan squid dan squidGuard
  7. Jalankan proxy server

File konfigurasi squidGuard.conf yang saya gunakan isinya seperti berikut:
#
# CONFIG FILE FOR SQUIDGUARD
#
# Author By: fxekobudi@gmail.com
#

dbhome /var/squidGuard/blacklists
logdir /var/log/squidGuard
dest adv {
log adv
domainlist adv/domains
urllist adv/urls
}
dest aggressive {
log aggressive
domainlist aggressive/domains
urllist aggressive/urls
}
dest automobile {
log automobile
domainlist automobile/domains
urllist automobile/urls
}
dest chat {
log chat
domainlist chat/domains
urllist chat/urls
}
dest dating {
log dating
domainlist dating/domains
urllist dating/urls
}
dest drugs {
log drugs
domainlist drugs/domains
urllist drugs/urls
}
dest gamble {
log gamble
domainlist gamble/domains
urllist gamble/urls
}
dest hacking {
log hacking
domainlist hacking/domains
urllist hacking/urls
}
dest movies {
log movies
domainlist movies/domains
urllist movies/urls
}
dest music {
log music
domainlist music/domains
urllist music/urls
}
dest porn {
log porn
domainlist porn/domains
urllist porn/urls
}
dest redirector {
log redirector
domainlist redirector/domains
urllist redirector/urls
}
dest shopping {
log shopping
domainlist shopping/domains
urllist shopping/urls
}
dest spyware {
log spyware
domainlist spyware/domains
urllist spyware/urls
}
dest tracker {
log tracker
domainlist tracker/domains
urllist tracker/urls
}
dest violence {
log violence
domainlist violence/domains
urllist violence/urls
}
dest warez {
log warez
domainlist warez/domains
urllist warez/urls
}
dest webradio {
log webradio
domainlist webradio/domains
urllist webradio/urls
}
dest webtv {
log webtv
domainlist webtv/domains
urllist webtv/urls
}
acl {
default {
pass !adv !aggressive !automobile !chat !dating !drugs !gamble !hacking !movies !music !porn !redirector !shopping !spyware !tracker !violence !warez !webradio !webtv all
redirect 302:http://localhost.localdomain/blacklist.html
}
}

Untuk yang di sekolah, saya arahkan redirect tersebut ke file buatan saya sendiri, dimana dalam file tersebut saya berikan peringatan bahwa pengunjung tidak diperbolehkan mengakses situs dan saya berikan pilihan beberapa situs yang baik dan layak untuk dikunjungi. format file-nya dalam html. saya beri nama blacklist.html.
Setelah membuat file konfigurasinya, selanjutnya saya menambahkan direktive berikut ini agar squid membaca perintah untuk redirect squidGuard. Saya meminta squid untuk menjalankan anak proses squidGuard sebanyak 10, sesuai dengan kemampuan memory yang digunakan proxy. Maksud saya agar request terhadap situs tertentu yang masuk dalam database squidGuard segera dapat tertangani oleh anak-anak proses tersebut, selain karena jumlah client yang lumayan besar.
# unlinkd_program /usr/lib/squid/unlinkd
unlinkd_program /usr/lib/squid/unlinkd

# ———————————
# Redirect program untuk squidGuard
# ———————————
redirect_program /usr/bin/squidGuard
redirect_children 10

Berikut ini cara saya install database squidGuard:
1. File shallalist.tar.gz yang sudah saya download saya letakkan di direktory /tmp
2. Selanjutnya saya masuk direktory tersebut dan ekstrak file:
cd /tmp
tar -zxf shallalist.tar.gz
3.
Untuk memudahkan menginstal squidguard, saya edit script yang diberikan pada situs squidguard dan saya sesuaikan dengan kebutuhan serta keadaan. Kesulitan awal saya saat itu adalah masalah permission file untuk log squidGuard. Jadi hati-hati dengan proses instalasinya dan selalu check dengan command tail -f /var/log/messages.

#!/bin/sh
#
# squidGuard blacklists – install script
# author by: fxekobudi@gmail.com
cd /tmp
# extract blacklists
tar -zxf shallalist.tar.gz
# hapus databases lama
# copy blacklists ke db home
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/*
cp -R /tmp/BL/* /var/squidGuard/blacklists
# hapus direktory kategori blacklists yang tidak digunakan
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/automobile
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/dynamic
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/finance
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/forum
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/hobby/cooking
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/hobby/pets
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/isp
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/jobsearch
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/news
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/recreation
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/science
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/shopping
rm -Rf /var/squidGuard/blacklists/webmail
# buat direktory log squidGuard
#mkdir /var/log/squid/squidGuard
#chown squid.squid /var/log/squid/squidGuard/
chown squid.squid /var/log/squid/squidGuard/*
chown squid.squid /var/log/squid/squidGuard.log
# buat domains + urls db, kemudian rubah kepemilikan ke squid user
/usr/bin/squidGuard -C all
chown squid.squid /var/squidGuard/blacklists/*/*.db
chown squid.squid /var/squidGuard/blacklists/*/*/*.db
/sbin/service squid restart
rm -Rf /tmp/BL

(tulisan ini masih akan saya perbaiki)

Posted in Networking | 1 Comment »

Ubuntu = Distro Linux No.1 Didunia

Posted by admin on March 23, 2008

Berdasarkan pantauan dari distrowatch.com sejak dulu hingga sekarang ternyata ubuntu tetap menjadi distro linux best of the best 😀

Distrowatch.com sendiri adalah situs yang aktif mencatat perkembangan dari distribusi linux di seluruh dunia.

Kenapa banyak orang di dunia ini memilih ubuntu?
1. Ubuntu itu sangat mudah digunakan oleh siapapun termasuk pengguna awam sekalipun.
2. Dukungan komunitas yang banyak sehingga mudah untuk memperoleh bantuan teknis.
3. Alasan lengkap klik disini.

Posted in Berita | Leave a Comment »